SAATNYA YANG MUDA BERAKSI !!

SAATNYA YANG MUDA BERAKSI !!

Air Terjun Badroes Dan Sejarahnya Tahun 1949-1950



Salam Lestari Sahabat Explore,
Alam masih saja  menjadi tempat indah untuk kita jelajah dengan anugerah keindahan yang tak pernah bisa kita habiskan. Ada banyak nilai terpendam yang bisa kita nikmati dan kita manfaatkan tentunya dengan menjaga keasriannya. Baik itu sejarahnya, budayanya, prilakunya, potensinya, dll.

Semangat menjelajah selalu saja mengundang kami untuk menapakkan kaki diantara tanah, bebatuan, rerumputan, dan sejuk belaian angin di alam Indonesia ini. Banyak sekali keindahan tersembunyi di kota kita ini Bondowoso. Ingin sekali bagi kami menguak seluruh keindahan  dengan petualangan luar biasa dengan harapan memberi banyak manfaat baik terhadap manusia ataupun alam. Kali ini kami ingin mengupas kisah petualangan berburu Air Terjun yang katanya memiliki hub dengan sejarah.


Bermula dari petualangan explore Relawan Muda Bondowoso ke  Air Terjun Damar Wulan di Desa Andungsari Kec Pakem Bondowoso. Dari sana kami  mendapat banyak informasi dari warga Andungsari mengenai potensi wisata yang ada  di  wilayah mereka yakni di sekitar lereng bagian timur Pegunungan Hyang. Memang di bagian Lerengnya tersebut terdapat sumber mata air yang melimpah ke wilayah Bondowoso melalui celah tebing dan bebatuan jika dilihat dari geografis Bondowoso. Hal ini sangat berpotensi adanya potensi wisata misalnya air terjun, bebukitan. Dari beberapa literatur dan referensi yang ada kami mencoba mengolah dan menfokuskan Explore air terjun di wilayah barat ini. Diantaranya   aliran sungai di wilayah Andungsari bagian utara terdapat Air Terjun Tancak Kembar, Tancak Jomblo, Anak Tancak 1Anak Tancak 2Anak Tancak 3, dibagian sisi selatan  Andungsari terdapat Air Terjun Plosotan, Air Terjun Badroes, Air Terjun Damar Wulan, dan Air Terjun Hyang Oloh, selain itu di  wilayah Sungai Delubeng juga terdapat Air Terjun yang sedang proses pengolahan oleh Pemerintah Desa misalnya Air Terjun Silenyeng, Air Terjun Tancak Macan, dan masi banyak lagi titik di aliran sungai wilayah Andungsari yang memiliki air terjun dan belum di publikasi kepada masyarakat Bondowoso. Tidak heran kami menyebut wilayah barat Bondowoso seperti Andungsari dan Kupang merupakan surganya Air Terjun Bondowoso.

Dari beberapa informasi mengenai Air Terjun di area Andungsari baik yang sudah terexplore ataupun yang baru-baru ini di explore oleh Relawan Muda Bondowoso, terdapat satu air terjun yang menarik perhatian kami.


Air terjun tersebut adalah Air Terjun Badroes. Kami sempat merasa tergelitik dengan penamaan air terjun tersebut, karena namanya mirip seperti nama orang.
Untuk menggali informasi lebih lanjut, kami mewawancari salah satu warga setempat,  dari wawancara tersebut dijelaskan bahwa konon Air Terjun ini  memiliki sejarah mantan Bupati Bondowoso pada jamannya.


Karena penasaran Akhirnya  minggu 29 October 2017 kami sepakat mengexplore Air Terjun Badroes langsung dipimpin oleh Ketua Divisi Pariwisata Relawan Muda Bondowoso Kak Dedy Dores dengan 4 anggotanya yakni kak Ainur, Kak Illunk, Kak Ocit, dan Kak Nanda.

Perjalanan dimulai Pukul 9.00 dari tempat penitipan sepeda motor di salah satu rumah warga Andungsari Oloh. Dari skema rute perjalanan menuju Air Terjun Badroes terbilang lebih Extrime dari Air Terjun Damar Wulan, walaupun jarak tempuhnya lebih pendek dan tidak begitu nanjak. Dengan menelusuri sungai yang ditumbuhi vegetasi hutan lebat sangat sulit menerobos karena banyaknya pohon besar serta  tumbuhan semak yang menghalangi di sepanjang sempedan sungai. Tidak hanya itu tumbuhan komadu  dan lintah/teccek habitatnya banyak sekali  membuat kami selalu memeriksa bagian tubuh yang tak terlindungi seperti telapak kaki. Perjalanan pun tak semulus prediksi yang diharapkan, terkadang kami terpaksa harus membuka jalur baru dengan memangkas dahan ataupun rumput yang sangat sulit.

Sulitnya medan serta hamparan alam yang sangat asri, tak luntur semangat kami untuk terus menerobos hutan dengan tujuan sampai di Air Terjun Badroes. Selama 3 Jam perjalanan menelusuri sungai akhirnya kami dijumpai dengan 1 Air Terjun, dugaan pertama kami air terjun ini bukan Air Terjun Badroes, karena dari informasi warga  bahwa terdapat 2 air terjun di aliran sungai yang akan kami susuri. Air Terjun ini terbilang cukup tinggi sekitar 15 M dengan debit air  kecil dan di area sekitar Air Terjun ini seperti lembah serta  banyak pohon tumbang. Dan harapan kami air terjun ke 2 lebih tinggi dari yang pertama. Siangpun kian terkikis waktu serta lelah kami diserap cepat dengan pesona Air terjun ini Selama 30 menit dan oleh-oleh kecil sebuah dokumentasi sederhana dan tibalah untuk melanjutkan perjalanan menuju Air Terjun ke 2.

Sekitar pukul 13.00 kita melajutkan menuju Air Terjun kedua, dalam perjalanan semakin ke hulu kurang lebih 1 jam penelusuran lamanya kami masih belum dijumpai  Air Terjun. Debit air aliran sungaipun semakin sangat kecil, serta semakin sulit menerobos hutan yang semakin lebat dan matahari mulai condong ke barat. Akhirnya  kami memutuskan untuk kembali dengan pertimbangan keselamatan.


Perjalanan pulangpun di beberapa titik kami harus membuat jalur kembali namun tidak sesulit saat menuju Air Terjun. Kami juga menemukan jebakan jebakan buatan manusia untuk manangkap babi hutan ataupun hewan lainnya. Akhirnya pukul 16.00 kita baru sampai di rumah warga penitipan sepeda.  Ramah taman warga membuat kami sangat terkagum terlebih masih merawat cerita tentang Air Terjun Badroes. Cerita demi cerita  berbagi pengalaman explore  Air Terjun Dadroes, dan  warga pun membenarkan air terjun pertama yang kami kunjungi merupakan Air Terjun Badroes saat melihat foto serta video Air Terjun yang kami tunjukan.

Sempat berbincang-bincang mengenai potensi Air Terjun Hyang Oloh yang berada di sebelah selatan desa untuk mengupayakan kepada warga atau desa untuk mengelolahnya menjadi tempat wisata. Kamipun berharap potensi wisata tersebut dapat membantu warga dalam berbagai segi kehidupan, tentunya hal yang baik menjaga dan melestarikanya.

Kesimpulannya adalah  bahwa tidak sia-sialah explore kali ini, karena target explore sukses serta memuaskan rasa penasaran kami, baik dari keindahan air terjun Badroes atau sejarahnya dari informasi warga, plusnya oleh-oleh kaki bolong-bolong akibat lintah  hehe.. so buat Bondowoso gak papa laah hehe


SEJARAH AIR TERJUN BADROES
Selain keindahan alamnya yang masih asri, Air Terjun Badroes  juga memiliki nilai sejarah yang berkaitan dengan Bupati Bondowoso menurut warga.  Air terjun Badrous penyebutan penduduk andungsari  diambil dari nama Bupati RT. Badroes Sapari. Menurut warga Andungsari air terjun ini merupakan tempat persembunyian Bupati Badroes pada masanya, ada yang mengatakan bahwa di sekitar Air Terjun disediakan sebuah pondok dan kebutuhan beliau. Ketika ditanyai mengenai kenapa pak Badroes di sembunyikan, kebanyakan dari mereka tidak tau dengan alasan beragam. Hal ini membuat kami ingin menyelidiki lebih dalam baik dari catatan atau informasi lainnya.



 Dari informasi yang kami dapat beliau sempat datang ke Desa Andungsari beberapa tahun yang lalu sebelum beliau meninggal  untuk menemui orang yang merawat beliu ketika di bawah Air Terjun Badroes, terahir kabarnya dari warga Andung Beliau pernah tinggal di Jember.

Hal kebetulan pun terjadi Januari 2018, salah satu cucu dari pak Badroes yaitiu bak Hera yang sekarang berada di Jakarta tiba2-tiba menghubungi kami, beliau juga sangat penasaran tentang sejarah kakeknya. Beliau juga menceritakan usahanya selama ini untuk menggali informasi sejarah kakeknya dari Internet, akhirnya  beliau kedapatan informasi dari salah satu anggota kami yang memposting foto Air Terjun Badroes di Instrgram.



Benar tidaknya tentang nilai history pada artikel ini masi sangat samar karena sumber informasi hanya dari warga Desa Andungsari Oloh yang merupakan desa terdekat dengan Air Terjun Badroes. Kami berharap adanya informasi lain yang lebih mendetail dari masarakat Bondowoso terkait sejarah Air Terjun Badroes.

NB : Sumber informasi Artikel ini  di kutip dari warga Andungsari Oloh dan Wikipedia.






Video Air Terjun Badroes.