Saatnya Yang Muda Beraksi, RMB We Can !

Saatnya Yang Muda Beraksi, RMB We Can !

Ekspedisi Penelusuran Situs Megalitikum di Lereng Hyang/Argopuro


Berawal dari diskusi ringan tentang kepedulian pemuda Bondowoso terhadap situs-situs Cagar Budaya yang tersebar di beberapa wilayah di Kabupaten Bondowoso, mulai dari dataran tinggi hingga ke daerah pemukiman penduduk. Diskusi yang dilakukan menghasilkan ide/inisiasi bagaimana upaya yang dapat dilakukan oleh para pemuda untuk melestarikan situs-situs cagar budaya yang ada di Kabupaten Bondowoso. Ide tersebut diantaranya adalah dengan melakukan perawatan situs, sosialisasi tentang pentingnya Situs Cagar Budaya kepada para juru pelihara dan masyarakat, memagari situs-situs, serta melakukan penelusuran terhadap keberadaan situs-situs yang masih tersembunyi.
Perjalanan dimulai dari ketidak sengajaan kami ketika berkunjung ke salah satu daerah di kaki Gunung Argopuro, tepatnya di Dusun Patirana, Desa Wonosari, Kecamatan Grujugan. Pada waktu itu kami bertemu dengan Bapak Astari salah satu sesepuh di desa tersebut. Beliau menyampaikan bahwa terdapat peninggalan jaman batu (megalitikum), yaitu setumpukan Batu Kenong yang berada di atas gunung. Dari sini, sedikit demi sedikit informasi mulai terkumpul.
Selanjutnya kami merencanakan perjalanan untuk menelusi keberadaan situs tersebut. Kami berkoordinasi dan meminta arahan kepada Bapak Hery Kusdarianto, S.S. selaku Kepala Seksi Kesejarahan dan Kepurbakalaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bondowoso.  Bapak Hery Kusdarianto sangat mendukung dan mengapresiasi aktivitas yang kami lakukan. Beliau menghimbau agar aktivitas yang kami lakukan tidak melanggar undang-undang dan peraturan yang berlaku. Selanjutnya Bapak Hery mengarahkan agar kami berkoordinasi dengan Saudara M. Sukron Al-Haddad selaku warga lokal dan juru pelihara situs Patirana & Damar Wulan, Desa Wonosari, Kecamatan Grujugan agar ikut serta dalam ekspedisi penelusuran situs megalitikum di lereng Hyang/Argopuro.
Perjalanan dilakukan oleh rekan-rekan dari Komunitas Relawan Muda Bondowoso (RMB) dengan jumlah personil 7 orang yang dikoordinatori oleh Imam Safi'i. Pada tanggal 25 Maret 2018 jam 07.00 Wib, kami berkumpul di Parkiran Wisata Alam Patirana (P28). Selanjutnya kami melakukan tracking dengan berjalan kaki sejauh kurang lebih 3 km. Perjalanan ini ditempuh selama kurang lebih 3 jam dengan melewati kawasan perhutani dan perkebunan penduduk.

Sepanjang perjalanan kami bertemu dengan beberapa penduduk yang melakukan aktifitas di lereng timur Pegunungan Argopuro, seperti mencari pakan ternak, bercocok tanam dan mencari madu hutan. Medan yang kami lalui terbilang cukup mudah karena sebagian jalur sudah berupa jalan setapak. Selain itu jalur yang kami lalui berupa tanjakan dan turunan dengan elevasi (sudut kemiringan) berkisar antara 15 - 35 derajat.
Sesampainnya di puncak punggungan yaitu Area Perhutani Petak 81 (P81) dengan ketinggian 1.043 mdpl kami istirahat sejenak sembari menikmati indahnya pemandangan yang terbentang dari atas Lereng Pegunungan Argopuro. Keindahan tersebut mampu menghilangkan rasa lelah yang mulai menurunkan semangat kami.
Sekitar 15 menit kemudian kami melanjutkan perjalanan menuju hutan yang lebih dalam. Adapun vegatasi hutan yang kami lalui berupa pepohonan besar hingga kecil serta hutan bambu yang sedikit membingungkan arah perjalanan kami. Di hutan bambu inilah yang diyakini sebagai letak keberadaan situs Batu Kenong. Kurang lebih 25 menit kami menyisir hutan bambu hingga akhirnya berhasil menemukan keberadaan situs tersebut.
 

 Setelah kami berhasil menemukan situs tersebut, kami melakukan pemetaan lokasi sekaligus mengklasifikasi dan identifikasi jenis situs tersebut. Hasil dari pemetaan yang kami lakukan menunjukkan bahwa lokasi situs berada di ketinggian 1.237 mdpl. Secara geografis situs ini terletak di Lereng Timur Pegunungan Hyang/Argopuro. Situs ini berada di punggungan gunung dan letaknya jauh dari pemukiman penduduk.
 Dari pengamatan yang kami lakukan mengidentifikasi bahwa situs tersebut terdiri dari beberapa Batu Kenong dan Menhir yang terletak dalam satu kawasan. Batu Kenong dan Menhir membentuk suatu formasi yang belum bisa kami analisa lebih dalam. Formasi tersebut terdiri dari 5 Batu Kenong dan 4 Menhir. Batu Kenong tersebut memiliki dimensi (ukuran) yang bervariasi. Batu Kenong terbuat dari 2 bahan yang berbeda yaitu 4 Batu Kenong dari batu paras/kars dan 1 Batu Kenong terbuat dari batu keras/andesit.  Sedangkan untuk Menhir juga memiliki dimensi (ukuran) yang berbeda pula. Menhir tersebut seluruhnya terbuat dari batu andesit.
Situs Batu Kenong ini banyak memiliki keunikan dan ciri khas yang berbeda dari situs Batu Kenong pada umumnya. Pasalnya, Situs Batu Kenong ini merupakan situs yang berada di dataran tinggi dan terletak di tengah hutan. Situs ini merupakan satu-satunya situs dengan formasi Batu Kenong yang satu lokasi dengan Situs Menhir. Selain itu, yang menjadi ciri kas/keunikan dari situs ini adalah adanya perbedaan salah satu batu kenong yang bahan pembuatnya berbeda dengan yang lainnya.

Hasil ekspedisi penelusuran ini membuktikan bahwa di Kabupaten Bondowoso banyak terdapat peninggalan cagar budaya yang patut kita lestarikan. Bondowoso merupakan kota dengan jumlah peninggalan Megalitikum terbanyak di Indonesia, yang memiliki sekitar 1.400 Situs Megalitikum yang tersebar di beberapa wilayah, salah satunya adalah situs yang ada di Lereng Argopuro ini. Situs ini merupakan aset yang sangat berharga dan sangat disayangkan jika keberadaan situs-situs tidak diketahui oleh masyarakat luas apalagi jika sampai hilang atau rusak. Kami berharap adanya kerjasama dan dukungan dari para pemuda, masyarakat, dan instansi terkait untuk saling bersinergi untuk melestarikan situs-situs Megalitikum agar tidak punah dan bisa dinikmati oleh anak cucu kita nanti.

"Masyarakat Peduli, Cagar Budaya Lestari"
Jangan beranjak, biar kami yang BERGERAK....!!
Salam Bethoh.....

~RMB We Can ~ 






Akhir Tahun 2017 Happy Camp Dan Bersih-Bersih Wisata Kawah Wurung Bondowoso





Halo warganet, apa kabarnya?

Kali ini Relawan Muda Bondowoso mengadakan kegiatan serupa pada tahun lalu,yaitu kegiatan bersih-bersih Wisata pada Minggu 23-24 Desember 2017 kemaren. Yag dihadiri 50 peserta baik dari RMB, DISPARPORA , Tamu AJI (Aliansi Jurnalis Indonesia) Jember serta pengunjung.




Kegiatan ini merupakan giat inisiatif kepedulian Relawan Muda Bondowoso terhadap lingkungan di sekitar wisata yang ada di Bondowoso. Berbica massa tak luput dari yang namanya sampah, bukan menjadi hal baru lagi jika ada sampah berserakan di lokasi wisata. Kasarya semakin banyak orang berkunjung semakin banyak pula peluang sampah berserakan di wisata tersebut, tentunya ini menjadi PR bersama baik dari pengelolah ataupun masyarakat yang berkunjung berwisata.


Kegiatan ini tak lain  konsep mengajak para pengunjung agar sadar kebersihan wisata, dengan memberikan spontanitas sosialisai tentang menjaga kebersihan area wisata bebas sampah. Serta dengan kegiatan ini diharapakan pemuda pemudi Bondowoso untuk selalu menjaga kebersihan baik dimanapun dan kapanpun.



Bondowoso adalah Kota dengan destinasi Highland Paradise yang banyak menawarkan wisata untuk dikunjungi setiap pekannya, misalnya kawah wurung, air terjun tancak kembar, kawah ijen, Batu So'on Solor dan masi banyak lainnya.  Tahun 2017 saja wisata  bondowoso dari  data ststistik  pengunjung menunjukan angka peningkatan 170 % dari pada tahun 2016. Salah satunya yang paling pesat yaitu  kawah ijen, tidak hanya kawah ijen kawah wurung dan Batu So'on tak kalah pesat di ikuti dengan wisata lainnya.


Beragam pengunjung dengan berbagai karakter dari yang sadar kebersihan ataupun acuh tak acuh utuk berwisata , biasanya lokasi wisata yang ramai karena wisata itu selalu identik dengan kebersihan area wisata sehingga pengunjung akan segan berwisata. Kebersihan wisata  tak lain bukan menjadi tanggung jawab pengelolah saja melainkan seluruh lapisan  masyarakat yang berkunjung setidaknya sadar lingkungan akan sampah misalnya saja sampah makanan sendiri setidaknya di simpan terlebih dahulu di kantong atau tas barulah nanti di buang ke tempat sampah.


Relawan Muda Bondowoso mengemasnya dalam  kegiatan HAPPY CAMP di wana wisata Kawah Wurung. Camping bersama menikmati kebersamaan di alam bebas tentunya  sebagai bahan renungan bagi para peserta memberi pengalaman di alam bebas dan bagaiaman cara bersahabat dengan alam. Kegiatan ini terbuka untuk umum keterbukaan kami  dari aspek masarakat untuk belajar dan mengajarkan kebersihan.

HARI KE 1



Sabtu 23 Desember 2017 para peserta mulai berdatangan baik itu dari Panitia, anggota RMB,  Umum, team DISPARPORA dan tamu undangan yaitu AJI (Aliansi Jurnalis Indonesia) Jember. Kegiatan pertama diawali dengan kegiatan Apel peserta. Setelahnya  pukul 14.00 dilaksanakan acara Sosialisai tentang jurnalistik  oleh AJI, sharing bersama pengenalan lebih luas tentang jurnalis dan fotografi. Pengetahuan yang sangat jarang bagi pesera  terutam Humas RMB dan sangat beguna untuk lebih mengenal fotografi dan jurnalistik.




Seiring berjalannya waktu  peserta berdatangan, memaklumi hari sabtu beberapa peserta masi aktif dalam aktifitas kerja. Suasana semakin larut menuju malam yang semakin dingin,  para peserta diarahkan menuju area camp guna acara selanjutnya. Pesertapun melingkari  Api unggun mini yang menyala di teras tenda, dihiasi manisnya rembulan dan bintang-bintang yang serta merta kawah wurung layaknya subuh yang damai. Diisanalah para motivator mengolah otak dan hati selama 2 jam untuk  perenungan tentang alam dan Bondowoso, tentang kegiatan RMB, dll. Hingga akhir ceria dengan beberapa game mini sebelum para peserta istirahat.




HARI KE 2
Udara  dingin khas pegunungan Ijen dan kumandang azan subuh mengajak  para peserta berrgegas menunaikan ibadah solat subuh. Cahaya surya ufuk diantara jejeran bebukitan kian menantang kami untuk bergegas untuk melanjutkan acara selanjutnya di hari ke 2 yaitu Outbond ala RMB. Bermain ceria bersama para peserta dengan game yang sudah disediakan oleh panitia dari game lempar granat pindah Bom dan lain-lain. Keseruan pagi hari sebelum acara bersih-bersih Kawah Wurung tidak disia-siakan begitu saja, bermain serta memaknai game tentnang kebersamaan silidaritas dan menyatukan pola pikir.



Setelah randon Outbond usai, tibalah saatnya acara bersih-bersih WIsata Kawah Wurung yang langsung dipimpin oleh Kepala DISPARPORA Bondowoso Bapk Harry Patriyono. beberapa tim yang terdiri dari 5 orang dengan 1 kantong trasbag di arahkan kesetiap titik yang terdapat sampah. selama kurang lebih 2 jam peserta berhasil mengumpulkan 6 kantong sampah organik dan non organik. jika dibandingkan dengan tahun kemaren indikasi semakin pesatnya pengunjung maka semakin banyak pula sampah yang berserakan. namun bukan hal itu inti pentingnya, setidaknya dengan acara Bersih-bersih Wisata menjadi contoh bagi seluruh pengunjung untuk menjaga kebersihan wisata dengan tidak membuang sampah sembarangan. karena wisata yang bersih menjadi kenyamanan bagi pengunjung lainnya. tidak hanya itu saja hal ini juga menjadi PR dan kerja keras pengelolah menjadikan wisata  yang mencerminkan bondowoso dengan wisatanya bebas sampah.


Acara demi acara selama 2 hari berjalan dengan sukses, tidak lain kesuksesan itu merupakan pihak yang ikut berpartisipasi mendukung kegitan Happy Camp. Kami mengucapkan banyak Terimaksih  kepada Bapak Harry yang bersedia  hadir memeriahkan acara dan mensuport kegiatan RMB, serta jajaran DISPARPORA yang solid mendampingi. Terimaksih pula atas berbagi ilmu jurnalistik dari AJI Jember. Terimaksih pengelolah Wisata Kawah Wurung atas tempat dan pelayannya kepada seluruh peserta, dan selamat bagi panitia Happy Camp dengan solidnya acara menjad suskses buat Relawan Muda Bondowoso. Salam Lestari


Bagi kalian pemuda pemudi Bondowoso, ayok bersama kami menjadi pemuda yang menginspirasi untuk Bondowoso lebih baik kedepannya. Kami sangat terbuka dengan semngatmu generasi emas Bondowoso. RMB we Can ...!!


Ingin tau lebih dalam tentang kegiatan RMB yok Follow dan Share Page Facebook : Klik

Instragram : Klik

















Upacara Bendera 17 Agustus 2016 di Air Terjun Tancak Kembar

Flashback Agustus 2016






Salah satu kegiatan rutin komunitas Relawan Muda Bondowoso di hari kemerdekaan indonesia yaitu kegiatan pengibaran bendera sang merah putih.  Uniknya tidak  bertempat di lapangan bersih  ataupun keramian melainkan di tempat-tempat wisata atau daerah pelosok yang berada di pinggiran  Kota Bondowoso tercinta ini. Salah Satunya pada tahun 2016 beberapa tahun kemaren misalnya Komunitas Relawan Muda Bondowoso melaksanakan mengibarkan sang merah putih  pada 17 Agustus 2016 bertempat  di Air Terjun Tancak Kembar  tepatnya di Desa Andungsari Kec Pakem Bondowoso. Air Terjun yang fenomenal  memiliki ketinggian puluhan meter dan sangat poluler di kalangan masyarakat Bondowoso.



17 Agustus 2016 pukul 7.00 para anggota berangkat bersama menuju lokasi Air Terjun, sebanyak 14 belas anggota ikut  serta dalam prosesi pengibaran bendera di hari Kemerdekaan Indonesia yang ke 75. Upacara yang dipimpin langsung oleh Mas Yudha selaku kordinator Sedekah Rombongan cabang Bondowoso - Jember.


Prosesi upacara pengibaran bendera dimulai tepat pukul 10.00 wib, yang mana pada waktu tersebut merupakan  waktu pembacaan teks Proklamasi oleh presiden pertama Indonesia Soekarno pada tahun 1945. Alhamdulilah, selama kurang lebih 1 jam step by step pelaksanaan upacara berjalan dengan lancar, dengan tema Upacara 17 Agustus 2016  kali ini "semangat pemuda bondowoso untuk indonesia". Penjelasan tentang kepemudaan yang hanya segelintir  yang peduli pada negeri kecil ini,  dan mengajak bersama-sama kepada pemuda lainnya untuk menjadi pemuda yang berkualitas dengan pemberdayaan SDM dan SDA untuk masa depan Bondowoso.

Setelah acara upacara selesai para anggota upacara yang dari pagi belum sempat untuk mengisi perut karena di kejar waktu meet point, panitia upacara menyediakan hidangan sederhana ala nyantri  beralas daun dengan tumpukan nasi dan lauk sederhana. Para relawan menyantap tanpa rasa malu ataupun sungkan sembari menikamti keindahan Air Terjun Tancak Kembar semua menjadi sangat nikmat terlebih makan bersama.


Setelah sarapan selesai para anggota masih harus menyelesaikan 1 tugas lagi, yaitu bersih-bersih Wisata Air Terjun  Tancak Kembar. Kegiatan bersih bersih bukan menjadi hal yang sangat spesial  lagi bagi RMB, melainkan tanggung jawab masing-masing individu dan RMB untuk menjaga Wisata ini menjadi poluler dan  kebersihan.

Wisata Tancak Kembar memiliki pemandangan alam yang asri, sangat rekomendasi sebgai tempat untuk mengisi liburan akhir pekan bagi masarakat Bondowoso.sangat disayangkan jika keasrian tersebut masih banyak penampakan sampah . dari informasi yang kita dapat   skala pengunjung terbilang cukup ramai  setiap pekannya ada 20- 30 pengunjung yang datang. Hal ini tak luput dari namnya sampah..!! yaa sampah yang di buang sembarangan oleh pengunjung yang tidak bertanggung jawab.  datang dan nikmati keindahan alam dan jaga alam kita ini seperti menjaga si pujaan Hati, lebih baik isilah kantong pakaianmu atau tas yang di tengteng dengan sampah mu daripada membuang sampah pada Alam.  Kurang lebih 1 jam rekan-rekan mengais satu persatu  sampah-sampah yang berserakan di sekitar Air Tejun  dan woow 1 kantong plastik merah  terkumpul.

 Setelah acara bersih-bersih selesai  para peserta bergegas melanjutkan berwisata ke lokasi Dam Blimbing yang letaknya berada di  area sungai delubeng(kertas)  masi di daerah Kec Pakem.  Setelah cukup lamal kemudian setelahnya masing-masing menuju rumah masing-masing. Alhamdulilah seharian kegiatan memperingati hari Kemerdekaan Indonesia berjalan dengan sukses. Salam lestari RMB we Can...!!!



Peringati Ulang Tahun Ke 3, Relawan Muda Bondowoso Havefun Tubing Topas Adventure Tlogosari


Waktu tak pernah terhenti, kini genap 3 Tahun sudah usia Komunitas Relawan Muda Bondowoso (RMB) sejak berdirinya pada 15 November 2014. Berbagai rangkaian kegiatan sosial dan travelling telah dilakukan oleh pemuda-pemudi yang tergabung dalam komunitas ini. 
Kegiatan terakhir yang dilakukankomunitas RMB di tahun 2017  yaitu kegiatan sosial Ekspedisi Pelosok Negeri (EPN) Ke 8 dan Sokoh Raung yang dilaksanakan di Dusun Tol-Tol Timur Desa Rejoagung, Sumber Wringin. Dan di kegiatan lainnya seperti travelling adalah Explore potensi wisata baru berupa air terjun di daerah Andungsari Pakem. Air Terjun Hyang Oloh, Air Terjun Damar Wulan. Air Terjun Badroes.

Pada anniversary Relawan Muda Bondowoso yang ke 3, Relawan Muda Bondowoso mengadakan acara syukuran sederhana sebagaimana gaya hidup seorang relawan. Acara syukuran ini dihadiri oleh 11 anggota baik dari pengurus maupun anggota senior atau anggota baru. Mengingat akhir pekan dan kesibukan masing-masing anggota yang berbeda, banyak anggota Relawan Muda Bondowoso yang tidak dapat hadir dalam acara ini, namun ucapan selamat, semangat serta dukungan dari semua anggota tetap ada untuk RMB, terima kasih genk ❤❤.


Dengan membawa rasa bangga dari rumah masing-masing, anggota yang hadir langsung  menuju ke ruang tamu dan membentuk lingkaran mengelilingi nasi tumpeng yang sudah dipersipakan. Di pimpin oleh Ketua Umum Relawan Muda Bondowoso, alhamdulillah acara syukuran berjalan dengan lancar. Dari rangkain acara doa bersama dan makan bersama dengan kehangatan kebersamaan para anggota yang sudah mengeluarga.

Oh ya, kali ini teman-teman RMB sengaja melaksanakan acara syukuran di salah satu kediaman anggota yang bertempat di Desa Jebung Tlogosari, karena mengingat acara selanjutnya yang telah dipersipkan adalah  havefun di Topas Tubing Adventure Tlogosari yang letaknya tak jauh dari tempat acara. Jam sudah menunjukkan pukul 11.00 WIB, dan teman-teman RMB segera berkemas untuk mengikuti acara selanjutnya.

 Start Tubing dimulai tepat pukul 11.15 WIB dengan dipandu tim Topas Tubing. Dengan aliran sungai yang cukup deras dan jeram selama kurang lebih 1,5 jam, teman-teman RMB dimanjakan dengan ayunan omba aliran yang melewati bebatuan dan tebing sungai dengan nuansa alaminya. Tidak hanya itu, di beberapa titik yang mengharuskan peserta Tubing meluncur di ketinggian layaknya air terjun mini. Medan yang sangat menantang dan tentunya memacu adrenalis peserta Tubing. Teriakan manja pun saling bersahutan darigadis-gadis RMB :D. Tapi tidak perlu khawatir, karena tim pemandu Tubing sangat sigap mengenai keamanan peserta Tubing, baik dari segi peralatan yang digunakan sampai mendampingi perjalanan menyusuri sungai hingga selesai.

Setelah sampai di titik beakhir pun tak perlu khawatir bagaimana cara kembali, karena tim Topas Tubing telah menyiapkan transportasi khusus untuk kembali. Finish Topas Tubing terletak di Dam/Bendungan perbatasan Pakisan dan Tlogosari. Disanalah perserta Tubing dijemput untuk kembali ke Basecamp Topas Tubing Adventure Tlogosari.


Dengan berakhirnya acara havefun menikmati Tubing Topas Advantur, maka usailah rangkaian acara ulang tahun Relawan Muda Bondowoso yang ke 3 ini. Para peserta menuju ke rumah masing-masing tentunya membawa rasa bangga ceria lelah serta semangat untuk terus berkarya untuk Bondowoso. Alhamdulilah dan terimaksi buat seluruh  Rekan-rekan RMB.

Buat rekan-rekan pembaca yang ingin mencoba Topas Tubing Adventure Tlogosari sangat mudah, cukup memesan melalui IG atau Facebook Topas Tubing  atau datang langsung ke Basecamp  Topas Tubing Adventure Tlogosari yang letaknya kurang lebih 1 Km dari Kantor Kec. Tlogosari. Soal harga tidak perlu khawatir, harga untuk menikmati Topas Tubing cukup terjangkau di saku rekan-rekan yaitu Rp. 35.000. Untuk mendapat fasilitas lainnya seperti snack, minuman atau makanan ada paket khusus yang telah disediakan. Menarik bukan ?? so tunggu apa lagi genk :)

Next dari kegiatan Relawan Muda Bondowoso, buat yang suka camping/piknik,  yuk ikutan kegiatan mengisi akhir Tahun 2017 bersama Relawan Muda Bondowoso dalam acara “Happy Camp” di Wana Wisata Kawah Wurung, Bondowoso. Buruan cek informasinya di IG dan page FB kami yaa.. ;-)

Salam Relawan Muda Bondowoso

RMB We Can!!!



RMB MENGAJAR - Kegiatan Mengajar di MI Baitul Ulama' Dusun Sulek Bondowoso



Pendidikan di zaman yang sudah modern ini sudah semakin berkembang. mulai dari gedung sekolah yang sudah bertingkat sampai fasilitas yang serba modern. Tapi bagaimana dengan keadaan pendidikan di pelosok negeri kita? apakah sama dengan pendidikan di kota kota besar?. Di daerah perkotaan, sebagian siswa-siswanya dengan mudah menempuh jarak sekolah dengan menggunakan alat transportasi yang serba mewah. Siswa-siswa disana tidak perlu mencari biaya untuk sekolah mereka, karena orang tua mereka sudah mapan untuk membiayai pendidikan anak anaknya. Sangat berbeda dengan pendidikan di pedesaan. Banyak sekali para siswa yang tinggal di pelosok  yang  harus berjuang dengan cara berjalan kaki hanya untuk sampai ke sekolah. Sejauh apapun jarak antara rumah ke sekolah, mereka tetap berjalan kaki. Tak hanya itu, minimnya tenaga pendidik di pelosok membuat beberapa siswa harus terlantar ketika sedang di sekolah. Sarana dan prasarana yang tidak memadai membuat guru hanya menggunakan metode ceramah dan jarang sekali menggunakan media yang cenderung membuat siswa lebih cepat bosan dalam belajar. Akibatnya, banyak para siswa yang kurang paham atas  apa yang telah disampaikan oleh guru.

Suatu Sekolah Dasar di daerah terpencil dan di perbatasan masyarakat khususnya didaerah pelosok Kota Bondowoso yang jauh dari keramaian kota, didaerah ini tertinggal dalam pembangunan baik itu ekonomi, insfratuktur maupun pendidikan. Disinilah diperlukan suatu terobosan untuk menjangkau daerah-daerah tersebut ikut serta dalam akselerasi pembangunan nasional. Disuatu daerah  sendiri masih banyak SD yang terpencil dan memiliki komposisi masyarakat miskin tinggi sehingga menyebabkan angka drop out tinggi.

Salah satu struktur organisai Relawan Muda Bondowoso adalah Divisi Pendidikan dan Kesehatan atau lebih disingkat PENKES. Divisi yang berupaya membantu peran Pemerintah dalam pemerataan pendidikan dengan  program yang berkaitan dengan ranah pendidikan dan turut serta dibidang kesehatan memberikan penyuluhan hidup sehat  konseling dan cek kesehatan gratis kepada warga di daerah/desa pelosok Bondowoso. Salah satu program yang dilaksanakn oleh Divisi PENKES  saat ini adalah RMB Mengajar.  Program para relawan terjun langsung di desa pelosok Bondowoso untuk  memberikan bantuan  pengalaman pendidikan serta memberikan pendidikan karakter kepada siswa , dan turut membantu tenaga pendidik untuk mengembangkan sistem pendidikan yang lebih baik. Bulan MEI 2017 team relawan RMB oleh  kak Lesi kak Ria kak Nafis dan kak Nurul melaksanakan program RMB mengajar ini di salah satu sekolah Madrasah Ibtidaiyah(MI) Baitul Ulama' Desa Sulek Kec. Tlogosari Kab. Bondowoso. Dengan kondisi yang terletak d lereng pegunungan yang sulit terjangkau, dan informasi yang terhimpun menunjukan bahwa pendidikan di wilayah itu masi terbilang sangat minim. Selama 3 bulan dengan 3 kali pertemuan dalam sebulan para relawan mengabdi, memberikan pendidikan kepada 30 Siswa-Siswi di MI Baitul Ulama'.  

Selama di sekolah para relawan melakukan banyak hal utamanya dalam proses pembelajaran. Proses mengajara yang dilaksanakan hanya pada hari sabtu, karena untuk hari-hari lainnya para relawan  terkendala dengan studi perkuliahan. Dan beberapa kegiatan yang di lakukan adalah sesekali memberikan permainan ketika pelajaran berlangsung, entah itu di akhir pembelajaran, awal pembelajaran maupun ditengah pembelajaran agar siswa tidak cepat bosan. Tak hanya itu, para relawan juga menggunakan media pembelajaran agar siswa-siswinya mudah memahami materi yang kami ajarkan.
Selama tiga bulan para relawan mengajar disana, Alhamdulillah mendapat tanggapan positif dari masyarakat. tidak hanya didukung oleh pihak sekolah, melainkan masyarakat di sekitar sekolah juga sangat mendukung atas adanya RMB mengajar.

            Selama 3 bulan Hasil yang diperoleh selama proses mengajar di MI Baitul Ulama' tidak keseluruhan permasalahan disana teratasi, setidaknya para relawan berupaya mengubah prilaku mereka dan memberi pengajaran yang layak. Ada beberapa perilaku mereka yang tidak baik yang bisa kami rubah, seperti tentang menghargai orang yang lebih tua, cara bersikap ketika proses pembelajaran berlangsung, dsb. Juga tak lupa para relawan berusaha mencari pola permasalahan2 untuk dikemas dan dipecahkan, nantinya sebgai referensi untuk lokasi sekolah desa terpemcil Bondowoso berikutnya yang akan menjadi misi RMB Mengajar.


Setelah 3 bulan menyelesaikan misi RMB Mengajar di MI Baitul Ulama' Sulek, 20 Juni 2017 para relawan  berpamitan kepada seluruh anak didik dan para staf MI Miftaula ulama'. dan tak lupa para relawan memberi sedikit kenangan berupa softenir  buku dan alat tulis kepada anak didik, sebagai jasa yang memberi kesempatan kepada para relawan mengabdi dan menyelasaikan misi RMB Mengajar.


                Kondisi anak-anak negeri saat ini menjadi sebuah kenyataan yang begitu memprihatinkan. Sebagian dari mereka tak lagi mempunyai semangat belajar. Anak-anak yang pergi ke sekolah pun tidak memahami betul apa tujuan mereka ke sekolah. Kecintaan mereka kepada ilmu telah memudar. Masih banyak sekolah pelosok yang ada di Bondowoso yang membutuhkan sentuhan tangan kita. Banyak harapan yang kami inginkan dari adanya kegiatan ini. Tersedianya para pengajar dan pendidik yang berkualitas. Guru/pengajar yang berkualitas adalah guru yang tidak hanya mengajarkan suatu ilmu kepada muridnya (transfer ilmu), tetapi juga dapat mendidik murid-murid dalam akhlak dan perilakunya (transfer karakter). Para guru/pengajar harus mendidik moral anak menjadi lebih baik. Dengan demikian, tak hanya nilai tinggi dalam akademik yang bisa mereka raih, tetapi juga akhlak yang mulia. Guru/pengajar harus dapat menanamkan kecintaan terhadap ilmu kepada mereka sehingga tujuan mereka sekolah tak hanya sekadar mendapat ijazah lalu bisa bekerja nantinya, tetapi lebih dari itu. Mereka harus memahami tujuan mereka menuntut ilmu, yakni mendapat ridha Tuhan dan memberi manfaat untuk orang lain.

Bagi teman guru relawan ataupun siapapun yang ingin mengisi, mengajar anak didik di desa binaan RMB di Dusun Tol-Tol, silahkan hubungi Kordiantor Sokoh Raung Kak Holidi Kak Andriono dan Kak Lesy. atau bisa hub langsung ke page RMB, atau Instragram.

RMB we Can....!!!!

Kategori

Kategori