Sa'atnya yang muda berkreasi !!!

Sa'atnya yang muda berkreasi !!!
Tampilkan postingan dengan label Event. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Event. Tampilkan semua postingan

Puncak Mt. Gulgulan 1406 MDPL




Asalamualaikum Wr Wb

Pegunungang Hyank/Argopuro (3088 MDPL)  termasuk 10 gunung tinggi di jawa dan sangat populer di kalangan pendaki karena track terpanjangnya (via baderan) serta keindahan alam yang terjaga baik frola faunanya serta peninggalannya. Gunung Argopuro terletak di 4 Kabupaten yaitu Jember, Lumajang, Situbondo, dan Bondowoso. Untuk sampai ke puncaknya selama ini masi menggunakan 2 jalur yaitu jalur pendakian via Baderan Situbondo dan Via Bermi Situbondo.

 SISI TIMUR ARGOPURO
Secara geografis sisi timur Argopuro masih dalam kawasan Bondowoso. Dapat dilihat dari kontur Gunungnya menyerupai susunan berlapis lapis akibat letusan gunung dahulu kala  sehingga terbentuklah cela mengalirnya magma, sebab hal tersebut membentuk seperti anak gunung dengan track punggungan. Seperti G. Saing, G Piramid, G salak, G. Krincing, G.Gulgulan, G. Tanggus G. Peggek, G. Pettetan, dan masi banyak lagi. Nah  kali ini kita akan menjelaskan sedikit tentang G. Gulgulan dan pendakiannya.

MT. GULGULAN
Mt. Gulgulan berada di wilayah Kecamatan Grujugan Bondowoso, Mt Gulgulan sendiri berasal dari bahasa madura yang artinya punggung sapi, jika dilihat sepintas memang menyerupai punggung sapi sehingga warga menyebutnya G. Gulgulan. Rute untuk mencapai puncak masih menggunakan jalur warga untuk ke ladang dan  mencari burung  ke gunung butak, jalur tersebut berupa punggungan gunung dengan kemiringan 40-80 drajat. Wilayah ini masih sangat subur, tanah gembur, air melimpah sehingga tidak heran  banyak warga memanfaatkan lereng gunung untuk pertanian. Ketinggian G. Gulgulan  sendiri 1406 MDLP, dengan sebagian besar diselimuti rumput ilalang dan rumput liar lainnya. Letaknya berada di sebelah selatan G saing, G Piramid, G Salak. 

HISTORY EXPLORE 
Pada 22 Agustus 2018 telah terjadi kebakaran di wilayah ini baik G.Gulgulan, G. Piramid G.Saeng dan sekitarnya. Entah itu perilaku alam ataupun manusia, baiknya kita sebagai kholifah haruslah menjaga alam serta mahluk hidup lainnya. Dari sanalah  Pakabon dan timnya kemudian mencoba untuk menelusuri area ini dengan tujuan explorasi akibat kebakaran dan akhirnya sampailah di puncak Gulgulan. Pesona yang indah yang ditawarkan dari puncak inilah kita bisa melihat panoram alam ketinggian Kota Bondowoso, hingga saat ini dibuatlah Basecamp pendakian Gulgulan dan Tanggus dengan memanfaatkan sinergi pemuda sekitar. Sekarangpun jtelah terpasang  benner bertulisan Basecame Mt Gulgulan di Gapura pendakian, hal ini merupakan  karya pemuda Patirana sinergitas pariwisata Bondowoso. keren bukan? Semoga pemuda patirana juga bisa menjaga keseimbangan alam disana.

 PENDAKIAN GULGULAN
Bertepatan dengan pergantian tahun 2018-2019 rekan Explore RMB berkaloborasi dengan Padepokan Patirana Kang Sukron mengadakan pendakian bersama puncak Gulgulan yang memiliki ketinggian 1406 MDPL. Hadir 32 Peserta dalam pendakian bersama ini, serta dari RMB sumbangsih berupa plakat untuk titik puncak Mt Gulgulan. Pendakian bersama ini dilakukan pada malam hari setelah sholat magrib, hal ini untuk menghidari terik matahari karena kondisi rute yang akan dilalui sedikit ditumbuhi pepohonan. Rutenyapun tak kalah extrim dari Mt Piramid ataupun Mt Saing, yap karena memang beberapa puncak gunung di sisi timur Argopuro konturnya sirotolmustaqim artinya hanya 1 jalur dengan lebar pijakan 0.4 - 1.5 meteran di apit jurang puluhan meter. Sekarang jalur seperti ini lebih populer kalangan para pendaki disebut "Punggung Naga". 
Pemberangkatan dibagi 2 Kloter, Kloter pertama pemberangkatan setelah sholat magrip pukul 18.30 target Camp di puncak, dan Kloter ke 2 pukul 21.00 target camp di campground. Estimasi  waktu kurang lebih 2 jam dari basecame  menuju Campground dengan medan licin karena kondisi setelah hujan, akan tetapi para sahabat pendaki ini pantang menyerah.

Di campground para pendaki beristirahat sembari menunggu pergantian tahun dan mengisi tenaga untuk pendakian selanjutnya pukul 03.00. Ditengah2 nyala bara api  berbagi kisah serta sejarah2 gunung Gulgulan dan wisata Bondowoso, hingga tk teras percikan kembang api di Wilayah Bondowoso kota mulai membias, tidak hanya disana kami melihat di puncak Mt Saing ada percikan kembang api. Sempurnahlah bagi kami menikmati pergantian tahun di Mt Gulgulan. Pukul 12.15 kamipun menuju tenda walaupun beristirahat hanya 2 jam. Sebelum kami terlelap, ada perstiwa unik di campgroud yang dilakukan pemuda patirana, memanfaatkan pohon di sekitar camp dan sarung yang mereka bawa, dibuatlah semacam  tenda gantung. Caranya 2 pohon yang bercabang di fungsikan menahan kayu yang menghubungkan kedua cabang tsb, kemudian sarung yang  menggatung sebagai tempat tidur, keren kan ? ketika mereka ditanyai alasannya cukup prefesional yaitu menghindari hewan liar seperti babi, semut dll dan memang mereka sudah terbiasa dengan kondisi diarea ini.

 03.00 para peserta telah siap untuk memulai pendakian atau summit ke puncak Gulgulan. Dengan medan yang akan dilalui jalur punggungan dengan sirotol mustaqimnya. Komdisinya cukup menantang terlebih hanya penerangan senter serta medan licin, namun berkat kerja sama dan panduan guide pemuda patirana, sekitar  pukul 5.30 para pendaki sampai puncak dan disambut hangatnya kopi ala Kloter 1, jadi perjalanan pendakian dari campgroud memerlukan waktu 2.5 jam.


Sampailah 32 peserta pendakian bersama ke puncak Gulgulan, dengan panorama yang sangat memukau memanjakan mata, sisi timur kita dapat melihat menikmati panorama kota Bondowoso dari ketinggian, di sisi utara panorama G. Piramid, Saeng , Salak, dan Tanggus. Sisi barat dan selatan berupa pengunungan berlapis dengan hutannya seperti Krincing dll. dan  pagi sang mentari mulai memijar dari Gunung Raung, pun jika beruntung akan terasa di atas awan.  waaw dah..

 PLAKAT MT GULGULAN
Setelah menikmati pagi yang memukau di puncak, para tetuah Patirana Mr. Sukron dan Mr Pakabon RMB mengajak para pendaki lainya berkumpul untuk menyaksikan penanaman Plakat Gulgulan. Plakat ini dimaksudkan sebagai tanda Sinergitas RMB untuk wisata Bondowoso dengan hadirnya pendakian Gulgulan. Dengan harapan bersam ini dengan adanya jalur pendakian Gulgulan masarakat serta pemuda mendapat imbas yang baik, dan alam patirana mendapat perhatian dari masarakat sekitar terutama pemerintah desa dengan menjaga kelestariannya baik alam serta mahluk hidup, serta  harapan Mt Gulgulan dan wilayah Patirana salah satu destinasi wisata yang dapat menunjang Pariwisaata Bondowoso unggulan.

ESTIMASI DAN KONDISI JALUR GULGULAN

Kota Bondowoso   -   Basecamp Gulgulan  : 15-20 menit
Basecame Gulgulan  -   Campgroud            : 2.15 jam (jalur warga ke lahan pertanian)
Campgound   -   Puncak Gulgulan               : 2.5 jam (jalur Sirotol mustaqim)
Puncak Gulgulan   - Basecamp Gulgulan    : 2 jam

-  Register hanya 15K termasuk parkir kendaraan
-  Sewa Guide hanya seiklasnya dari para pendaki

Yang perlu diperhatikan saat Pendakian Mt Gugulan :
1. Dilarang membuang sampah sembarangan dan vandalisme
2. Sopan santun saat pendakian, tidak urakan, terutama saat pendakian malam
3. Dilarang merusak/ mengambil lahan pertanian warga
4. Menggunakan Safety Firsh
5. Dilarang melakukan pendakian Ilegal
6. Jangan memaksakan pendakian jika lelah/sakit
7. Dilarang mengambil foto video saat pendakian malam
8. Saat melewati Jalur Punggungan Sirotol mustaqim harus extra hati2 baiknya bersama-sama dengan tali pengikat.
9. Dilarang melakukan pendakian jika tidak ada ilalang sebagai pegangan.
10. Mematuhi peraturan pendakian dan memahami pembinaan dari pengelolah di basecamp
11. Dilarang melakukan pendakian sendirian Minimal 5 orang,
12. Jangan meninggakan sesuatu kecuali jejak, jangan mengambil sesuatu kecuali foto/video, jangan membakar kecuali semangat untuk Bondowoso.

Kondisi Jalur dan Puncak
1. Area puncak berukuran kurang lebih 5x 30 meter cukup menampung 5 Tenda
2. Jika lelah bisa istirahat di gubuk para petani di ladang
3. Dari campgroud sampai puncak jalur sirotolmustaqim
4. Dari basecamp ke campgroud jalur warga ke ladang.
5. 80 % pendakian menanjak 30-65 derajat
6. Jalur yang ditumbuhi ilalang sangat berpotensi licin, ataupun saat hujan.
7. Di puncak tersedia batang kayu untuk perapian, disarankan jika ingin memakai untuk membawa kayu dari bawah sebagai pengganti.
8. dibeberapa titik ada jalur yang menyelipir di tepi jurang, diharapkan bersama-sama dan pegangan ke pohon atau rumput.

Nah demikian dulu penjelasaan Pendakian Mt Gulgulan, semoga penjelasaan di atas menjadi referensi buat anda yang ingin melakukan pendakian gulgulan. Terimakasih kepada Mr Sukron dan pemuda Patirana, tamu pendaki lumajang, tamu pendaki jember serta suport rekan-rekan Pengurus dan anggota RMB, donatur dari Mas Yudha RMB dan pegiat wisata RMB Pakabon dan jajarannya serta sahabat pendakian bersama ini. Salam Lestari Bumi Bondowoso.. RMB we Can..


NB : Kebersamaan dan kerja keras adalah kunci, karena tidak sama antara individu baik tentang tenaga, pengalaman dll. Baiknya samakan semua itu dalam kerja sama Team yang baik. Dan yang terpenting kembali kerumah dengan sealamaT.

VIDEO MT. GULGULAN


Soko Raung di Ajang Pemuda Pelopor Bondowoso 2018


Dalam rangka mengembangkan menyaring  kreatifitas pemuda Bondowoso Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Bondowoso setiap tahunnya menggelar lomba kreatifitas pemuda dalam berbagai bidang yaitu pendidikan, pertanian pangan, sosial budaya pariwisata, lingkungan dan Teknologi Tepat Guna (TTG) agar pemuda yang selama ini eksis dalam bidang tersebut akan terwadahi dan mendapat perhatian Pemkab Bondowoso.

Di Tahun 2018 Relawan Muda Bondowoso pun ikut serta dalam ajang ini. potensi2 yang dimiliki pemuda-pemuda RMB seperti  Kak Holidi di Bidang Pendidikan, Kak Imam Di Bidang Advantur Budaya dan Megalid dan rekan rekan lainnya sangat disayangkan jika tidak mendapat perhatian khusus dari RMB sendiri ataupun Pemerintah Bondowoso. 

 Kak Imam dan Kak Holidi mewakili RMB  dengan segudang bakat di bidangnya mengikuti ajang Pemuda Pelopor  tahunan ini. Setelah melalui proses panjang dalam seleksi, survei, wawancara, Alhamdulilah 22 April 2018 salah satu wakil RMB  kak Holidi berhasil juara 2  di bidang Pendidikan bersama Sokoraung
 Kak Holidi dari bidang pendidikan boleh dibilang sangatlah luarbiasa, dari merintis Soko Raung di dusun Tol-tol timur yang merupakan perkampungan pedalaman berada di tengah hutan dan perkebunan kopi. dimulai dari EPN8 hingga membuat perpustakaan sederhana dan sekolah alam untuk anak didik disana, sangat menginspirasi. Perjuangan kak imam pun sangat luar biasa dari budaya dan megalit kak imam menelusuri daerah2 terpencil bondowoso yang terdapat megalitikum tentunya dengan budaya dan megalit harus dilestarikan,bayangkan menelusuri gunung, pedalaman untuk menemukan peninggalan2 yang harus dilestarikan, sangat menginspirasi.

Setelah Kompotesi Pemuda Pelopor usai di Kota Bondowoso, Kak Holidi pun dikirim ke Propinsi  bersama pemenang lainnya untuk  melaksanakan seleksi Pemuda Pelopor tingkat Jawa Timur. Alhmdulilah Soko Raung yang dibawa oleh kak holidi masuk nominasi 10 besar sejawa timur. Sayangnya perjuangan terhenti untuk melanjutkan ke tingkat Nasional, namun tidak untuk berhenti disana, Soko Raung dan  pemuda RMB yang memiliki segudanng potensi tsb harus lebih giat bekerja berkreasi untuk membangun Bondowoso dan  terus berupaya memberikan yang terbaik menjadi Bondowoso lebih baik. amin

Mudah-mudahan tahun berikutnya Pemuda RMB lainnya serta pemuda yang tersebar disesluruh penjuru  Bondowoso yang memliki potensi  dapat ikut serta dalam ajang ini.  Bangkit terus pemuda Bondowoso, tunjukan skill mu bakat mu untuk mengharumkan Bondowoso, Salam pemuda Bondowoso RMB WE CAN !!!







Ketua RMB 2018

Kegokilan Teman Teman RMB hehe

HAPPY CAM #2 Wisata Lampetta Olar Dan Explore Goa Pacalan




Asalamualaikum tretan, apa kabare?
Pernah tau wisata lamppeta olar gak?
Penasaran gak kalo dulu di bondowoso ada ular gede? pasti serem ya membayangin ada jejak fosil ular purba.

Jangan kawatir kali ini kita akan menjelaskan lappeta olar dengan kegiatan RMB di lokasi tsb, kegiatan tahuanan RMB di akhir tahun yaitu HAPPY CAMP. sebuah kegiatana camping bersama di lokasi wisata Bondowoso meditasi dengan alam untuk menumbuhkan ide dan semangat sebagai pemuda pegiat Bondowoso serta promosi wisata Lampeta olar. Pada tahun 2017 lalu Happy Camp bertempat di kawah wurung yang merupakan wisata unggulan Bondowoso dan cukup banyak  minat pengunjung setiap minggunya, dan kali ini di tahun 2018 ini kita memilih lokasi yang boleh dibilang belum cukup popular bagi masyarakat Bondowoso, yaitu Wisata Lampeta Olar (Jejak Ular).

WANA WISATA LAMPETTA OLAR

  Lampeta Olar berada di Dusun Murina  Desa Cakring Kec Prajekan Bondowoso, mulai di angkat sekitar tahun 2017-2018, dengan wahana yang ditawarkan berupa bebatuan yang spiral menyerupai punggung ular yang melingkar, serta panorama sekitar wisata yang lapang di tumbuhi pohon2 khas daerah kering layaknya safana afrika. wilayah ini merupakan daerah ketinggian dan sedikit resapan air sehingga jika kemarau datang wilayah ini sangat gersang. Namun jangan kawatir kepanasan genk..!! di sekitar wisata difasilitasi  gazebo2 untuk bersantai menikmati panorama sekitar, dan rutenyapun sudah sangat rekomendet  bisa dilalui dengan roda 2 ataupun roda 4, dengan jarak tempuh kurang lebih 15 menit dari Pabrik Gula Prajekan. Dari data explore kami pada pertengahan Tahun 2016, wilayah utara prajekan  kami menemukan   bebatuan spiral seperti di daerah munira tepatnya di dusun paterongan walidono yang sekarang telah di angkat menjadi wisata lappeta patek (Jejak Anjing) sayangnya batuan spiral tsb dari dulu memang di  dilalui laju kendaraan warga menuju ladang sehingga bebatuan sudah sidikit terkikis. tidak berhenti disana dari informasi warga paterongan terdapat goa yang memiliki 2 pintu yang berlokasi 30 menit dari lampeta patek, dengan rute makadam yang berlokasi di dusun Pacalan.

HAPPY CAMP #2 
 40 peserta ikut serta kegiatan camping bersama anggota RMB dan komunitas2 Bondowoso, turut serta hadir komunitas pecinta alam Situbondo waaw. Sekitar pukul 16.30 kegiatan pertama diawali dengan persiapan  seperti mendirikan tenda dan api unggun , lalu kemudian malamnya kegiatan dilnajutkan dengan sharing, meliputi sambutan2 dan perkenalan peserta happy camp. Berada di tengah2 nyala bara api unggun para peserta saling tukar pikiran serta ide2 untuk pemuda yang produktif untuk membangun bondowoso lebih baik. Ide2 pemuda inilah yang akan meluaskan cakrawala Bondowoso mereka sungguh luar biasa. Esoknya para peserta melanjutkan giat explore lappeta olar sembari menikmati matahari terbit di cela2 pohon kering, setelah sarapan pagi bersama para peserta lalu melanjutkan berkunjung ke wisata lappeta patek  dan goa pacalan. seruuu pokoknya.




GOA PACALAN
 Goa Pacalan sendiri oleh penyebutan warga, karena memang lokasinya berada di sisi selatan perkampungan dusun pacalan. lokasi yang berbatasan langsung dengan wilayah Situbondo. Artinya Goa Pacalan sendiri masi di wilayah Bondowoso sedangkan Dusun Pacalan berada di wilayah Situbondo. Goa yang memiliki 2 pintu masuk yang saling bertembusan memilik panjang kira2 150 meter. informasinya warga Pacalan setiap tahunnya goa pacaan sering di adakan kegiatan syukuran warga,  tidak heran ketika explore goa terpasang saluran listrik. Dan sekarang pun Alhamdulilah telah tertancap Plang/Penanda Wana Wisata oleh dinas Pariwisata  dengan tujuan menjaga kelestarian warisan tsb. Berbicara tentang Goa tentunya sebagian besar bebatuannya adalah batuan kapur, dari pantaun kami selain bertani sebagian warga pacalan memanfaatkan batuan kapur untuk mata pencarian di sisi utara Goa Pacalan,

 Menuju goa pacalan membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam dari Pabri Gula Prajekan karena memang akses jalan bebatuan menanjak dan makadam, disarankan untuk tidak memakai kendaraan metic dan  disarankan untuk berkunjung pada musim kemarau agar tidak licin dan panorama lebih mirip afrika.






explore goa pacalan oleh peserta happy camp, bersama-sama masuk dan menelusiri goa, dari pintu utara ke pintu selatan, tidak lama para peserta di dalam goa karena mungkin beberapa peserta baru pertama kali memasuki goa. sembari berlamaan  menunggu peserta lain berkumpul, tak lupa menikmati cemilan dan panorama di sekitar goa di bawah pohon yang rimbun. Kebersamaan dalam kehangatan menjadikan explore kali ini spesial terlebih dengan medan yang berat enuju goa menjadikan pengalaman cerita untuk tua nanti.


  Seluruh kegiatan happy camp usai pukul 13.00 para peserta serentak meninggalkan Goa Pacalan dan kembali ke rumah masing-masing. Kami sangat berterimakasih kepada seluruh element yang ikut berkontribusi dalam kegiatan Happy camp 2 sehingga acara berjalan  lancar. Semoga tahun depan kita dapat berkumpul kembali explore bersama dengan Happy camp #3. Salam Lestari





Dokomentasi :



Video Happy Camp #2

Solidaritas Peduli Palu dan Donggala Korban Gempa dan Stunami

Tidak ada yang tahu rencana Tuhan seperti apa baik bencan ataupun nasib kedepan, semua menjadi rahasia Illahi. Gempa Bumi beserta tsunami yang terjadi di Palu dan Donggala Sulawesi Tengah Menyusahkan duka mendalam bagi masarakat Indomesia. Peristiwa terjadi Jumat 28/9/2018 dengan 7,4 Skala liter yang berpotensi tsunami. Ribuan korban meninggal puluhan ribu  kehilangan sandang pangan papan untuk melanjutkan kehidupan.



Beberapa komunitas ataupun sekolah2 di Bondowoso dan Relawan Muda Bondowoso turut serta dalam pengutipan donasi untuk saudara kita yang terkena gempa dan tsunami di Palu dan Donggala.
Selain itu Relawan Muda Bondowoso Open donasi melalui rekening dan kegiatan BAnk sampah untuk Palu dan Donggala.








Kegiatan Pengutipan di lakukan di jalanan dan CFD, sedangkan Bank sampah kegiatan donasi berupah sampah yang nantinya di olah oleh rekan RMB hingga menjadi barang yang menghasilkan uang dan nantinya terjual dan nantinya sebagian akan di donasikan ke Palu dan Donggala. Sampai saat inipun kami masih melakukan aksi2 peduli palu, di masa tanggap darurat bersama komunitas yang ada di Bondowoso







Kami bersama komunitas2 kepemudaan bondowoso lainnya  sangat berterimaksih kepada seluruh masarakat Bondowoso yang sudah antusias dan mempercayakan donasinya kepada kami, dan segera kami salurkan kepada saudara2 yang terkena bencana di palu.






Semoga segalanya menjadi amanah dan berkah segala sesuatu yang telah dilakukan para relawan dan donatur untuk korban Gempa Palu dan Donggala. Salam Solidaritas RMB We Can



Expedisi Muncak MT Saeng 1699 MDPL via Sumber Waru

Hello genk, Apa kabar semuanya?
Nah kali ini kita bercerita kembali tentang petualangan pendakian Puncak Saeng dengan versi jalur  berbeda, tentunya  pendakian Saeng ini tak kala menantangnya dengan pendakian piramid,ataupun pendakian Saeng via Desa Ardisaeng.
Gunung Saeng merupakan salah satu bagian pegunungan Argopuro sisi timur dengan ketinggian 1699 MDPL, dan tergolong virgin mountain loo hehe, yaap karena memang gunung Saeng tidak banyak pendaki ataupun warga sampai di puncak. Meskipun kalah tren dari puncak Piramid pada saat ini, puncak Saeng pun memiliki trak punggungan sirotol mustaqim tak kala panajngnya ratusan meter dan tentunya  panorama ketinggian pun dengan runcingnya Puncak Piramid bisa menjadi backgroun fotoshot yang kece.

Pendakian yang dilakukan rekan divisi pariwisata RMB  menuju puncak Saeng menggunkan jalur warga Desa Sumber Waru Kec Binakal, karena memang dari kondisi  dan sepintas sudut sudut padang track pendakian lebih landai, namun lebih panjang daripada via Ardisaeng.

Awal cerita, ketika rekan pariwisara RMB berkunjung kesalah satu Anggota RMB di Desa Binakal, secara kebetulan disana bertemulah dengan salah satu warga Sumberwaru yang profesinya sebagai petani di lereng- lereng Saeng, panajang cerita beliau pernah membuka jalur di lereng Saeng disisi Utara lebih jauh mengarah ke Puncak Saeng, untuk survey lahan pertanian baru. Panjang lebar beliau menjelaskan kisah pendakian Puncak Saeng membuat kami  ingin mencobanya. Dengan  rasa penasaran tersebut  para pegiat explore RMB sepakat untuk membuka  kembali jalur via Sumber Waru. Rencana itupun akans egera diexekusi 10 hari kedepannya.

Dari informasi2 yang terhimpun dari warga , Pegiat explore langsung mengadakan brefing 3 hari sebelum exekusi dan langsung dimotori oleh Ketua Divisi Pariwisata kang Zain dan anggotanya (Illunk, Irwan, Hafid, Pakabon, Bolank, Sanjaya), mempersiapkan perencanaan estimasi waktu dan resiko serta prediksi yang memungkinkan akan terjadi di jalur tersebut. Hal ini sangatlah perlu untuk tercapainya misi dan mengadapatasi masing2 individu di medan pendakian dengan prediksi resiko yang akan terjadi.

Adapaun target pendakian kali ini yaitu pemasangan plakat Puncak Saeng dan membuka jalur via Sumber Waru. Pemasangan Plakat ini dimaksudkan untuk memberikan tanda sebagai titik puncak Saeng dan sebagai batas terahir pendakian Saeng.

Pendakian jalur via Waru merupakan  jalur alternatif selain jalur Ardisaeng. Kelebihan jalur via Sumber Waru ini tidak begitu menanjak namun sedikit lebih panjang dengan estimasi waktu kurang lebih 10 jam.  Dalam artian 10 jam tersebut kami mulai dengan start pendakian pukul 16.00 WIB dari desa dengan maksud target sunres di puncak. Perjalanan diawali  dengang jalur warga  area pertanian warga, lalu tak  lama  kemudian mulailah jalur yang terhambat semak-semak tinggi,  area jalur seperti ini harus dibabat dengan peralatan  tajam. Hal ini yang membuat perjalanan begitu lama dan dalam kondisi gelap.

Pukul 22.00  kami menyudahi pendakin di area yang sedikit terbuka, dengan memperhitungkan camp yang aman dan dikarenakan waktu dan tenaga yang mulai down. perlunya istirahat untuk mempersiapkan tenaga untuk pendakian esok. Istiratpun kami sedikit mengalami kesulitan mendirikan tenda dengan area yang begitu sempit dengan di apit jurang puluhan meter. Panorama bintang lampu wilayah kota bondowoso dan gemerlapnya bintang di angkasa  menjadikan suasana malam makin ingin mele'an saja, akan tetapi untuk menghadapi esok rekan2 harus istirahat.

Subuh sekitar pukul 03.50 perjalanan dimulai kembali, setelah melaksanakan sholat shubuh rekan2 langsung tancap gas mengejar target yang direncanakan. Kondisi jalur pendakian dari camp  tidak sesulit seperti di awal,  namun sayang sekali ilalang yang basah berembun membuat laju sedikit terhambat sehingga sunres kita masih di punggungan area track akhir. sekitar jam 7.30 barulah kita sampai di Puncak  Saeng. Plakat yang kami bawa dari kota langsung kami tanam di titik tertinggi Gunung Saeng.

Pagi yang cerah dengan matahari menyoroti kota Bondowoso, embun yang masi merayap, serta runcingnya puncak piramid semakin menawan dengan bias mentari menjadi sebuah kepuasan tersendiri bagi rekan2 pendakian kali ini. Dari puncak Saeng terlihat pesona gunung raung  begitu tinggi hingga disisi barat panorama pegunungan hyank lebih dekat dengan hutan lebatnya. Rasa penasaran kamipun telah terbayarkan. Anugrah alam Kota Bondowoso.

Setelah penanaman plakat puncak Saeng dan menikmati keindahan alam Bondowoso dari puncak, kami segera bergegas persiapan menuju kembali ke desa dengan estimasi waktu menuruni Gunung Saeng, perjalanan pulang hanya membutuhkan waktu kira-kira 4 jam saja. Sekitar pukul 13.00 kami telah sampai di perkampungan Desa Sumber Waru.

Alhamdulilah misi pendakian  dan rasa penasaran serta penanaman plakat Saeng  berjalan sukses dengan segudang cerita pengalaman, semoga apa yang kami lakukan ini menjadi amanah untuk terus bersyukur atas keindahan2 di tanah Bondowoso.

Harapan kami kepada seluruh pendaki untuk pendakian G. Saeng dengan menghormati Alam dan Lingkungan sekitarnya untuk tidak merusak, mengotori, fandalisme dll yang dapat merugikan kedepannya kepada kita semua dan masa depan.

Nah itu cerita pendakian Puncak Saeng oleh rekan-rekan Pariwisata RMB. Pengen daki bersama kami? gabungan yuk di komunitas kami. MT Suket dan MT Krincing menanti. Salam Lestari EMB We Can....!!!



Berikut video pendakian Puncak Saeng.

Flasback- Aksi Penanaman Pohon di Desa Ta'al



Jika mengingat masa perjuangan ketika awal berdirinya Komunitas Relawan Muda Bondowoso yang moto kegiatannya  sosial ataupun traveling serasa membangunkan sang hati gunda merindu, berkelompok dari berbagai daerah dan berbagai macam karakter serta perbedaan tak menjadi penghalang untuk bersama-sama bergandengan tangan untuk sebuah bukti keseriusan dan kecintaan kepada tanah air ini kususnya Bondowoso. Kegiatan-kegitan yang dilakukan oleh pemuda-pemuda tersebut bukanlah untuk sebuah  harapan pujian melainkan  murni semata-mata untuk menjadi inspirasi bagi pemuda-pemuda lainnya di indonesia untuk turut serta membangun Indonesia lebih baik.


Jika di Flasback kebelakang  adapun kegiatan sosial yang pernah dilakukan Relawan Muda Bondowoso pada awal Kepengurusan Organisasi yakni kegiatan Reboisasi di Desa Ta'al Kecamatan Tapen Kabupaten Bondowoso Tahun 2014.


Awalnya dari rapat pemilu Ketua umum, salah satu dari anggota mengusulkan dan menginfokan bahwa beliau meiliki bibit pohon,"dari pada di nganggur tidak terawat" maksud beliau mensedekahkan pohon untuk kegiatan positif  RMB untuk masarakat yang membutuhkan. Dengan kepemimpinan Taufik sebgai ketua umum kegiatan reboisisi disetujui bersama dan terbentuklah panitia kegiatan Reboisasi. Desa yang dipilih yaitu desa Ta'al Kec. TApen Bondowoso yang merupakan desa di tengah kecamatan Tapen. Dengan limitnya waktu 1 minggu persiapan dari ijin  survey dll sangatlah sederhana.


Dari survey dipilihlah lereng bukit di aliran sungai yang masih memiliki potensi untuk lahan pertanian, namun lereng tersebut masih proses pembabatan untuk pertanian jadi sangat tidak baik untuk lingkungan jika tidak di imbangi dengan tanaman penahan gerakan tanah, hal ini menjadi acuan memilih lokasi reboisasi.

Pada hari jumat setelah melaksanakan ibadah sholat jumat, para relawan bermodal pickup pinjaman segera mendristribusikan bibit pohon  ke desa taal untuk mempercepat persipan di ahri minggu . alhamdulilah disambut warga dengan baik serta di bantu oleh warga.

 Hari minggu  para relawan yang tersiri dari 25 anggota berangkat dari rumah masing2 menuju desa TAal  dan langsung melaksankan penananman pohon di daerah selatan dusun ta'al ,  bersama aparat keamanan dan pemerintah desa setempat serta di bantu masarakat desa.

Gotong royong warga serta aparat keamanan dan para relawan  bahu-membahu melaksanakan penanaman yang jarak tempuh sekitar 1 Km dari desa dengan jalan kaki , membuat para Relawan sangat terbantu, kerjasama yang luar biasa hingga siangpun seluruh pohon tertanam semua di titik rawan.

Usai penanaman dengan sisa semangat 45 , kemudian para peserta di ajak oleh panitia  untuk explore Air Terjun yang tak jauh dari lokasi penanaman, tutur ketua pelaksana  Tuufik "sembari berwisata sebagai obat lelah". Air Terjun Derbusen kata warga, keasrian alam dengan tekstur bebatuan unik yang menyerupai goa di sisi tebingnya. keseruan bersama menikmati keindahna alam Air terjun, mandi bersama di kolam air terjun, hingga tak teras 2 jam telah berlalu. Akhirnya Sore pukul 14.00 kami semua peserta satu demi satu  kembali pulang ke rumah masing2.

 Alhamdulilah kegiatan Reboisasi pertama RMB berjalan lancar walaupun sangat sederhana pada awal2 pengurusan RMB kala itu. kegiatan ini menjadi bukti keseriusan terbentuknya Organisasi Relawan Muda Bondowoso kepada pemuda dan masarakat, dan mudah-mudahan kedepannya akan lebih produktif dan kreatif membantu masarakat pelosok baik dengan cara sederhana pun Tutur Taufik Ketua RMB periode awal.


Mudah-mudahan di tahun 2018 2019 ini kami diberi kesempatan untuk melakukan kegiatan reboisasi mengingat di tahun 2017 terjadi banyak longsor di daerah  terpencil, misalnya saja kabar terahir  longsor dan banjir bandang terjadi di daerah sempol ijen. Terlebih kota Bondowoso merupakan kota yang diapit gunung-gunung sebagai tapal kuda, jadi sangat memungkinkan terjadinya bencana longsor ,banjir bandang.  jika tidak di imbangi  pemahaman dan kesadarasn akan penghijauan di daerah-daerah kritis. Semoga Alam tidak marah untuk Bondowoso.   Salam Relawan Muda Bondowoso RMB we Can 














Kategori

Kategori