Sa'atnya yang muda berkreasi !!!

Sa'atnya yang muda berkreasi !!!
Tampilkan postingan dengan label Informasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Informasi. Tampilkan semua postingan

Gua Butha Jireg, Ternyata Situs Terlengkap







 
Bondowoso tak hanya kaya dengan Sumber Daya Alamnya yang melimpa selain itu Bondowoso juga kaya dengan warisan kebudayaan masa lampau yang saat ini bisa kita kunjungi hingga sekarang, Namanaya Goa Butho Jireg,  Kata Jireg adalah bahasa Madura, yang kalau diartikan dalam bahasa Jawa, njiret, bunuh diri dengan tali.Desa Jired berada di wilayah kecamatan Cermee Kabupaten Bondowoso, di dusun ini sekitar tahun 70-80 ditemukan situs buddhis oleh masarakat sekitar. Situs ini boleh dikatakan sangat istimewa, karena situs budhhis biasanya berupa candi  sebagai tempat penyucian/meditasi, namus situs jired relief dinding yang berada di tebing dengan kedalaman 100 meter dari jalan utama dengan kemiringan 60-70 derajat, memiliki panel relief  perjalanan hidup manusia . Situs Jireg terdiri dari 4 relief dengan urutan dari atas sebagai berikut: 1, relief Kala (Butho); 2, relief kuncup bunga teratai; 3, relief budha yang sedang bermeditasi dan kepala manusia bertanduk dikelilingi api; 4, relief orang meditasi, terdiri dari 2 relief yang diapit relief bermacam binatang. Situs paling bawah dan paling atas, keduanya merupakan cerukan tebing yang diyakini sebagai tempat meditasi para pendahulu. Di situs paling bawah terdapat sumber mata air yang mengalir tiada hentinya sepanjang tahun.
 
Informasinya relief gua butho jired diduga dibuat sebelum jaman kerajaan majapait dan termasuk peninggalan terlengkap buddhis, karena dibelahan dunia seperti di india hanya memiliki relief saja dan srilangka tidak dilengkapi relief atau hanya berupa gua.

Tempat sejarah ini ternyata goa butha jireg banyak dikunjungi wisatawan maupun peneliti, walaupun akses menuju goa dari kota Bondowoso memerlukan waktu 2,5 jam atau 20 km dari cermee menuju goa, rutenya berupa jalan makadam bebatuan.

Tahun 2015 kami RMB pernah mengunjungi situs Gua Butho Jireg, bersama rasa penasaran dan keingintahuan akan peninggalan budaya yang ada di Bondowoso satu ini, hal ini tak lebih untuk kita syukuri bahwa ragam budaya pendahulu sebelum Bondowoso seperti saat ini. Rute menuju Goa Butho Jireg dari kota Bondowoso arahkan saja menuju ke Kecamatan Cermee, namun lokasinya jauh sebelum Kecamatan Cermee yaitu  tepatnya di daerah Bajuran, dari sana anda bisa menanyakan ke warga rute menuju Desa Jireg. Perjalanan berjanjut dengan medan  aspal yang telah rusak dan di perkampungan terahir jalan akan lebih menjak dan bebatuan, baiknya jika anda ingin berkunjung ke Gua Butho Jireg menggunakan roda 2 dengan  ban bergigi. Waktu perjalanan dari Bajuran memerlukan waktu sekitar 1.5 jam. Jjika anda kurang paham tentang lokasi baiknya setiap persimpangan diupayakan bertanya warga sekitar. Alam disana sangat asri, jejeran pepohonan masi tumbuh subur, dan jika anda berkunjung pada musim kemarau anda akan merasakan suasana afrika, karena memang dibeberapa titik area tandus dengan pohon2 mengering.

 
Kala itu kami melihat  kejanggalan dari relief seperti perilakau fandalisme, seperti dinding d bawah relief butho jika dilihat seksama seperti ada tindakan kurang moral dengan melubangi dan mengambil relief, dan dinding di sebelah barat gambar butho ada beberapa tulisan cat. Dari info penelusuran gambar di Google, lubang tersebut memang sudah lama terbentuk seperti itu, kemungkina dilakukan orang yang tidak bertanggung jawab bisa saja penjarah situs. Dengan kasus seperti ini kami berharap peran dinas setempat dan masyarakat ikut serta lebih protektif peduli akan aset warisan budaya ini, dengan begitu gua butho dapat dinikmati generasi ke generasi berikutnya. Terlebih menurut tuturan warga banyak ditemukan artefak peninggal di area dusun Jireg. Sayang sekali kekayaan akan warisan di curi ataupun dijual untuk kepentingan bisnis.


Kami berharap jagalah harta warisana ini, hindari membuang sampah sembarangan, fandalisme, atau mengambil sesuatu dengan kepentingan. Belajarlah bijak dengan berkahlak kepada alam dan mahluk hidup. Salam Lestari Budayaku..RMB we Can !!







Puncak Mt. Gulgulan 1406 MDPL




Asalamualaikum Wr Wb

Pegunungang Hyank/Argopuro (3088 MDPL)  termasuk 10 gunung tinggi di jawa dan sangat populer di kalangan pendaki karena track terpanjangnya (via baderan) serta keindahan alam yang terjaga baik frola faunanya serta peninggalannya. Gunung Argopuro terletak di 4 Kabupaten yaitu Jember, Lumajang, Situbondo, dan Bondowoso. Untuk sampai ke puncaknya selama ini masi menggunakan 2 jalur yaitu jalur pendakian via Baderan Situbondo dan Via Bermi Situbondo.

 SISI TIMUR ARGOPURO
Secara geografis sisi timur Argopuro masih dalam kawasan Bondowoso. Dapat dilihat dari kontur Gunungnya menyerupai susunan berlapis lapis akibat letusan gunung dahulu kala  sehingga terbentuklah cela mengalirnya magma, sebab hal tersebut membentuk seperti anak gunung dengan track punggungan. Seperti G. Saing, G Piramid, G salak, G. Krincing, G.Gulgulan, G. Tanggus G. Peggek, G. Pettetan, dan masi banyak lagi. Nah  kali ini kita akan menjelaskan sedikit tentang G. Gulgulan dan pendakiannya.

MT. GULGULAN
Mt. Gulgulan berada di wilayah Kecamatan Grujugan Bondowoso, Mt Gulgulan sendiri berasal dari bahasa madura yang artinya punggung sapi, jika dilihat sepintas memang menyerupai punggung sapi sehingga warga menyebutnya G. Gulgulan. Rute untuk mencapai puncak masih menggunakan jalur warga untuk ke ladang dan  mencari burung  ke gunung butak, jalur tersebut berupa punggungan gunung dengan kemiringan 40-80 drajat. Wilayah ini masih sangat subur, tanah gembur, air melimpah sehingga tidak heran  banyak warga memanfaatkan lereng gunung untuk pertanian. Ketinggian G. Gulgulan  sendiri 1406 MDLP, dengan sebagian besar diselimuti rumput ilalang dan rumput liar lainnya. Letaknya berada di sebelah selatan G saing, G Piramid, G Salak. 

HISTORY EXPLORE 
Pada 22 Agustus 2018 telah terjadi kebakaran di wilayah ini baik G.Gulgulan, G. Piramid G.Saeng dan sekitarnya. Entah itu perilaku alam ataupun manusia, baiknya kita sebagai kholifah haruslah menjaga alam serta mahluk hidup lainnya. Dari sanalah  Pakabon dan timnya kemudian mencoba untuk menelusuri area ini dengan tujuan explorasi akibat kebakaran dan akhirnya sampailah di puncak Gulgulan. Pesona yang indah yang ditawarkan dari puncak inilah kita bisa melihat panoram alam ketinggian Kota Bondowoso, hingga saat ini dibuatlah Basecamp pendakian Gulgulan dan Tanggus dengan memanfaatkan sinergi pemuda sekitar. Sekarangpun jtelah terpasang  benner bertulisan Basecame Mt Gulgulan di Gapura pendakian, hal ini merupakan  karya pemuda Patirana sinergitas pariwisata Bondowoso. keren bukan? Semoga pemuda patirana juga bisa menjaga keseimbangan alam disana.

 PENDAKIAN GULGULAN
Bertepatan dengan pergantian tahun 2018-2019 rekan Explore RMB berkaloborasi dengan Padepokan Patirana Kang Sukron mengadakan pendakian bersama puncak Gulgulan yang memiliki ketinggian 1406 MDPL. Hadir 32 Peserta dalam pendakian bersama ini, serta dari RMB sumbangsih berupa plakat untuk titik puncak Mt Gulgulan. Pendakian bersama ini dilakukan pada malam hari setelah sholat magrib, hal ini untuk menghidari terik matahari karena kondisi rute yang akan dilalui sedikit ditumbuhi pepohonan. Rutenyapun tak kalah extrim dari Mt Piramid ataupun Mt Saing, yap karena memang beberapa puncak gunung di sisi timur Argopuro konturnya sirotolmustaqim artinya hanya 1 jalur dengan lebar pijakan 0.4 - 1.5 meteran di apit jurang puluhan meter. Sekarang jalur seperti ini lebih populer kalangan para pendaki disebut "Punggung Naga". 
Pemberangkatan dibagi 2 Kloter, Kloter pertama pemberangkatan setelah sholat magrip pukul 18.30 target Camp di puncak, dan Kloter ke 2 pukul 21.00 target camp di campground. Estimasi  waktu kurang lebih 2 jam dari basecame  menuju Campground dengan medan licin karena kondisi setelah hujan, akan tetapi para sahabat pendaki ini pantang menyerah.

Di campground para pendaki beristirahat sembari menunggu pergantian tahun dan mengisi tenaga untuk pendakian selanjutnya pukul 03.00. Ditengah2 nyala bara api  berbagi kisah serta sejarah2 gunung Gulgulan dan wisata Bondowoso, hingga tk teras percikan kembang api di Wilayah Bondowoso kota mulai membias, tidak hanya disana kami melihat di puncak Mt Saing ada percikan kembang api. Sempurnahlah bagi kami menikmati pergantian tahun di Mt Gulgulan. Pukul 12.15 kamipun menuju tenda walaupun beristirahat hanya 2 jam. Sebelum kami terlelap, ada perstiwa unik di campgroud yang dilakukan pemuda patirana, memanfaatkan pohon di sekitar camp dan sarung yang mereka bawa, dibuatlah semacam  tenda gantung. Caranya 2 pohon yang bercabang di fungsikan menahan kayu yang menghubungkan kedua cabang tsb, kemudian sarung yang  menggatung sebagai tempat tidur, keren kan ? ketika mereka ditanyai alasannya cukup prefesional yaitu menghindari hewan liar seperti babi, semut dll dan memang mereka sudah terbiasa dengan kondisi diarea ini.

 03.00 para peserta telah siap untuk memulai pendakian atau summit ke puncak Gulgulan. Dengan medan yang akan dilalui jalur punggungan dengan sirotol mustaqimnya. Komdisinya cukup menantang terlebih hanya penerangan senter serta medan licin, namun berkat kerja sama dan panduan guide pemuda patirana, sekitar  pukul 5.30 para pendaki sampai puncak dan disambut hangatnya kopi ala Kloter 1, jadi perjalanan pendakian dari campgroud memerlukan waktu 2.5 jam.


Sampailah 32 peserta pendakian bersama ke puncak Gulgulan, dengan panorama yang sangat memukau memanjakan mata, sisi timur kita dapat melihat menikmati panorama kota Bondowoso dari ketinggian, di sisi utara panorama G. Piramid, Saeng , Salak, dan Tanggus. Sisi barat dan selatan berupa pengunungan berlapis dengan hutannya seperti Krincing dll. dan  pagi sang mentari mulai memijar dari Gunung Raung, pun jika beruntung akan terasa di atas awan.  waaw dah..

 PLAKAT MT GULGULAN
Setelah menikmati pagi yang memukau di puncak, para tetuah Patirana Mr. Sukron dan Mr Pakabon RMB mengajak para pendaki lainya berkumpul untuk menyaksikan penanaman Plakat Gulgulan. Plakat ini dimaksudkan sebagai tanda Sinergitas RMB untuk wisata Bondowoso dengan hadirnya pendakian Gulgulan. Dengan harapan bersam ini dengan adanya jalur pendakian Gulgulan masarakat serta pemuda mendapat imbas yang baik, dan alam patirana mendapat perhatian dari masarakat sekitar terutama pemerintah desa dengan menjaga kelestariannya baik alam serta mahluk hidup, serta  harapan Mt Gulgulan dan wilayah Patirana salah satu destinasi wisata yang dapat menunjang Pariwisaata Bondowoso unggulan.

ESTIMASI DAN KONDISI JALUR GULGULAN

Kota Bondowoso   -   Basecamp Gulgulan  : 15-20 menit
Basecame Gulgulan  -   Campgroud            : 2.15 jam (jalur warga ke lahan pertanian)
Campgound   -   Puncak Gulgulan               : 2.5 jam (jalur Sirotol mustaqim)
Puncak Gulgulan   - Basecamp Gulgulan    : 2 jam

-  Register hanya 15K termasuk parkir kendaraan
-  Sewa Guide hanya seiklasnya dari para pendaki

Yang perlu diperhatikan saat Pendakian Mt Gugulan :
1. Dilarang membuang sampah sembarangan dan vandalisme
2. Sopan santun saat pendakian, tidak urakan, terutama saat pendakian malam
3. Dilarang merusak/ mengambil lahan pertanian warga
4. Menggunakan Safety Firsh
5. Dilarang melakukan pendakian Ilegal
6. Jangan memaksakan pendakian jika lelah/sakit
7. Dilarang mengambil foto video saat pendakian malam
8. Saat melewati Jalur Punggungan Sirotol mustaqim harus extra hati2 baiknya bersama-sama dengan tali pengikat.
9. Dilarang melakukan pendakian jika tidak ada ilalang sebagai pegangan.
10. Mematuhi peraturan pendakian dan memahami pembinaan dari pengelolah di basecamp
11. Dilarang melakukan pendakian sendirian Minimal 5 orang,
12. Jangan meninggakan sesuatu kecuali jejak, jangan mengambil sesuatu kecuali foto/video, jangan membakar kecuali semangat untuk Bondowoso.

Kondisi Jalur dan Puncak
1. Area puncak berukuran kurang lebih 5x 30 meter cukup menampung 5 Tenda
2. Jika lelah bisa istirahat di gubuk para petani di ladang
3. Dari campgroud sampai puncak jalur sirotolmustaqim
4. Dari basecamp ke campgroud jalur warga ke ladang.
5. 80 % pendakian menanjak 30-65 derajat
6. Jalur yang ditumbuhi ilalang sangat berpotensi licin, ataupun saat hujan.
7. Di puncak tersedia batang kayu untuk perapian, disarankan jika ingin memakai untuk membawa kayu dari bawah sebagai pengganti.
8. dibeberapa titik ada jalur yang menyelipir di tepi jurang, diharapkan bersama-sama dan pegangan ke pohon atau rumput.

Nah demikian dulu penjelasaan Pendakian Mt Gulgulan, semoga penjelasaan di atas menjadi referensi buat anda yang ingin melakukan pendakian gulgulan. Terimakasih kepada Mr Sukron dan pemuda Patirana, tamu pendaki lumajang, tamu pendaki jember serta suport rekan-rekan Pengurus dan anggota RMB, donatur dari Mas Yudha RMB dan pegiat wisata RMB Pakabon dan jajarannya serta sahabat pendakian bersama ini. Salam Lestari Bumi Bondowoso.. RMB we Can..


NB : Kebersamaan dan kerja keras adalah kunci, karena tidak sama antara individu baik tentang tenaga, pengalaman dll. Baiknya samakan semua itu dalam kerja sama Team yang baik. Dan yang terpenting kembali kerumah dengan sealamaT.

VIDEO MT. GULGULAN


Soko Raung di Ajang Pemuda Pelopor Bondowoso 2018


Dalam rangka mengembangkan menyaring  kreatifitas pemuda Bondowoso Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Bondowoso setiap tahunnya menggelar lomba kreatifitas pemuda dalam berbagai bidang yaitu pendidikan, pertanian pangan, sosial budaya pariwisata, lingkungan dan Teknologi Tepat Guna (TTG) agar pemuda yang selama ini eksis dalam bidang tersebut akan terwadahi dan mendapat perhatian Pemkab Bondowoso.

Di Tahun 2018 Relawan Muda Bondowoso pun ikut serta dalam ajang ini. potensi2 yang dimiliki pemuda-pemuda RMB seperti  Kak Holidi di Bidang Pendidikan, Kak Imam Di Bidang Advantur Budaya dan Megalid dan rekan rekan lainnya sangat disayangkan jika tidak mendapat perhatian khusus dari RMB sendiri ataupun Pemerintah Bondowoso. 

 Kak Imam dan Kak Holidi mewakili RMB  dengan segudang bakat di bidangnya mengikuti ajang Pemuda Pelopor  tahunan ini. Setelah melalui proses panjang dalam seleksi, survei, wawancara, Alhamdulilah 22 April 2018 salah satu wakil RMB  kak Holidi berhasil juara 2  di bidang Pendidikan bersama Sokoraung
 Kak Holidi dari bidang pendidikan boleh dibilang sangatlah luarbiasa, dari merintis Soko Raung di dusun Tol-tol timur yang merupakan perkampungan pedalaman berada di tengah hutan dan perkebunan kopi. dimulai dari EPN8 hingga membuat perpustakaan sederhana dan sekolah alam untuk anak didik disana, sangat menginspirasi. Perjuangan kak imam pun sangat luar biasa dari budaya dan megalit kak imam menelusuri daerah2 terpencil bondowoso yang terdapat megalitikum tentunya dengan budaya dan megalit harus dilestarikan,bayangkan menelusuri gunung, pedalaman untuk menemukan peninggalan2 yang harus dilestarikan, sangat menginspirasi.

Setelah Kompotesi Pemuda Pelopor usai di Kota Bondowoso, Kak Holidi pun dikirim ke Propinsi  bersama pemenang lainnya untuk  melaksanakan seleksi Pemuda Pelopor tingkat Jawa Timur. Alhmdulilah Soko Raung yang dibawa oleh kak holidi masuk nominasi 10 besar sejawa timur. Sayangnya perjuangan terhenti untuk melanjutkan ke tingkat Nasional, namun tidak untuk berhenti disana, Soko Raung dan  pemuda RMB yang memiliki segudanng potensi tsb harus lebih giat bekerja berkreasi untuk membangun Bondowoso dan  terus berupaya memberikan yang terbaik menjadi Bondowoso lebih baik. amin

Mudah-mudahan tahun berikutnya Pemuda RMB lainnya serta pemuda yang tersebar disesluruh penjuru  Bondowoso yang memliki potensi  dapat ikut serta dalam ajang ini.  Bangkit terus pemuda Bondowoso, tunjukan skill mu bakat mu untuk mengharumkan Bondowoso, Salam pemuda Bondowoso RMB WE CAN !!!







Ketua RMB 2018

Kegokilan Teman Teman RMB hehe

HAPPY CAM #2 Wisata Lampetta Olar Dan Explore Goa Pacalan




Asalamualaikum tretan, apa kabare?
Pernah tau wisata lamppeta olar gak?
Penasaran gak kalo dulu di bondowoso ada ular gede? pasti serem ya membayangin ada jejak fosil ular purba.

Jangan kawatir kali ini kita akan menjelaskan lappeta olar dengan kegiatan RMB di lokasi tsb, kegiatan tahuanan RMB di akhir tahun yaitu HAPPY CAMP. sebuah kegiatana camping bersama di lokasi wisata Bondowoso meditasi dengan alam untuk menumbuhkan ide dan semangat sebagai pemuda pegiat Bondowoso serta promosi wisata Lampeta olar. Pada tahun 2017 lalu Happy Camp bertempat di kawah wurung yang merupakan wisata unggulan Bondowoso dan cukup banyak  minat pengunjung setiap minggunya, dan kali ini di tahun 2018 ini kita memilih lokasi yang boleh dibilang belum cukup popular bagi masyarakat Bondowoso, yaitu Wisata Lampeta Olar (Jejak Ular).

WANA WISATA LAMPETTA OLAR

  Lampeta Olar berada di Dusun Murina  Desa Cakring Kec Prajekan Bondowoso, mulai di angkat sekitar tahun 2017-2018, dengan wahana yang ditawarkan berupa bebatuan yang spiral menyerupai punggung ular yang melingkar, serta panorama sekitar wisata yang lapang di tumbuhi pohon2 khas daerah kering layaknya safana afrika. wilayah ini merupakan daerah ketinggian dan sedikit resapan air sehingga jika kemarau datang wilayah ini sangat gersang. Namun jangan kawatir kepanasan genk..!! di sekitar wisata difasilitasi  gazebo2 untuk bersantai menikmati panorama sekitar, dan rutenyapun sudah sangat rekomendet  bisa dilalui dengan roda 2 ataupun roda 4, dengan jarak tempuh kurang lebih 15 menit dari Pabrik Gula Prajekan. Dari data explore kami pada pertengahan Tahun 2016, wilayah utara prajekan  kami menemukan   bebatuan spiral seperti di daerah munira tepatnya di dusun paterongan walidono yang sekarang telah di angkat menjadi wisata lappeta patek (Jejak Anjing) sayangnya batuan spiral tsb dari dulu memang di  dilalui laju kendaraan warga menuju ladang sehingga bebatuan sudah sidikit terkikis. tidak berhenti disana dari informasi warga paterongan terdapat goa yang memiliki 2 pintu yang berlokasi 30 menit dari lampeta patek, dengan rute makadam yang berlokasi di dusun Pacalan.

HAPPY CAMP #2 
 40 peserta ikut serta kegiatan camping bersama anggota RMB dan komunitas2 Bondowoso, turut serta hadir komunitas pecinta alam Situbondo waaw. Sekitar pukul 16.30 kegiatan pertama diawali dengan persiapan  seperti mendirikan tenda dan api unggun , lalu kemudian malamnya kegiatan dilnajutkan dengan sharing, meliputi sambutan2 dan perkenalan peserta happy camp. Berada di tengah2 nyala bara api unggun para peserta saling tukar pikiran serta ide2 untuk pemuda yang produktif untuk membangun bondowoso lebih baik. Ide2 pemuda inilah yang akan meluaskan cakrawala Bondowoso mereka sungguh luar biasa. Esoknya para peserta melanjutkan giat explore lappeta olar sembari menikmati matahari terbit di cela2 pohon kering, setelah sarapan pagi bersama para peserta lalu melanjutkan berkunjung ke wisata lappeta patek  dan goa pacalan. seruuu pokoknya.




GOA PACALAN
 Goa Pacalan sendiri oleh penyebutan warga, karena memang lokasinya berada di sisi selatan perkampungan dusun pacalan. lokasi yang berbatasan langsung dengan wilayah Situbondo. Artinya Goa Pacalan sendiri masi di wilayah Bondowoso sedangkan Dusun Pacalan berada di wilayah Situbondo. Goa yang memiliki 2 pintu masuk yang saling bertembusan memilik panjang kira2 150 meter. informasinya warga Pacalan setiap tahunnya goa pacaan sering di adakan kegiatan syukuran warga,  tidak heran ketika explore goa terpasang saluran listrik. Dan sekarang pun Alhamdulilah telah tertancap Plang/Penanda Wana Wisata oleh dinas Pariwisata  dengan tujuan menjaga kelestarian warisan tsb. Berbicara tentang Goa tentunya sebagian besar bebatuannya adalah batuan kapur, dari pantaun kami selain bertani sebagian warga pacalan memanfaatkan batuan kapur untuk mata pencarian di sisi utara Goa Pacalan,

 Menuju goa pacalan membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam dari Pabri Gula Prajekan karena memang akses jalan bebatuan menanjak dan makadam, disarankan untuk tidak memakai kendaraan metic dan  disarankan untuk berkunjung pada musim kemarau agar tidak licin dan panorama lebih mirip afrika.






explore goa pacalan oleh peserta happy camp, bersama-sama masuk dan menelusiri goa, dari pintu utara ke pintu selatan, tidak lama para peserta di dalam goa karena mungkin beberapa peserta baru pertama kali memasuki goa. sembari berlamaan  menunggu peserta lain berkumpul, tak lupa menikmati cemilan dan panorama di sekitar goa di bawah pohon yang rimbun. Kebersamaan dalam kehangatan menjadikan explore kali ini spesial terlebih dengan medan yang berat enuju goa menjadikan pengalaman cerita untuk tua nanti.


  Seluruh kegiatan happy camp usai pukul 13.00 para peserta serentak meninggalkan Goa Pacalan dan kembali ke rumah masing-masing. Kami sangat berterimakasih kepada seluruh element yang ikut berkontribusi dalam kegiatan Happy camp 2 sehingga acara berjalan  lancar. Semoga tahun depan kita dapat berkumpul kembali explore bersama dengan Happy camp #3. Salam Lestari





Dokomentasi :



Video Happy Camp #2

Kategori

Kategori