Sa'atnya yang muda berkreasi !!!

Sa'atnya yang muda berkreasi !!!
Tampilkan postingan dengan label traveling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label traveling. Tampilkan semua postingan

Gua Butha Jireg, Ternyata Situs Terlengkap







 
Bondowoso tak hanya kaya dengan Sumber Daya Alamnya yang melimpa selain itu Bondowoso juga kaya dengan warisan kebudayaan masa lampau yang saat ini bisa kita kunjungi hingga sekarang, Namanaya Goa Butho Jireg,  Kata Jireg adalah bahasa Madura, yang kalau diartikan dalam bahasa Jawa, njiret, bunuh diri dengan tali.Desa Jired berada di wilayah kecamatan Cermee Kabupaten Bondowoso, di dusun ini sekitar tahun 70-80 ditemukan situs buddhis oleh masarakat sekitar. Situs ini boleh dikatakan sangat istimewa, karena situs budhhis biasanya berupa candi  sebagai tempat penyucian/meditasi, namus situs jired relief dinding yang berada di tebing dengan kedalaman 100 meter dari jalan utama dengan kemiringan 60-70 derajat, memiliki panel relief  perjalanan hidup manusia . Situs Jireg terdiri dari 4 relief dengan urutan dari atas sebagai berikut: 1, relief Kala (Butho); 2, relief kuncup bunga teratai; 3, relief budha yang sedang bermeditasi dan kepala manusia bertanduk dikelilingi api; 4, relief orang meditasi, terdiri dari 2 relief yang diapit relief bermacam binatang. Situs paling bawah dan paling atas, keduanya merupakan cerukan tebing yang diyakini sebagai tempat meditasi para pendahulu. Di situs paling bawah terdapat sumber mata air yang mengalir tiada hentinya sepanjang tahun.
 
Informasinya relief gua butho jired diduga dibuat sebelum jaman kerajaan majapait dan termasuk peninggalan terlengkap buddhis, karena dibelahan dunia seperti di india hanya memiliki relief saja dan srilangka tidak dilengkapi relief atau hanya berupa gua.

Tempat sejarah ini ternyata goa butha jireg banyak dikunjungi wisatawan maupun peneliti, walaupun akses menuju goa dari kota Bondowoso memerlukan waktu 2,5 jam atau 20 km dari cermee menuju goa, rutenya berupa jalan makadam bebatuan.

Tahun 2015 kami RMB pernah mengunjungi situs Gua Butho Jireg, bersama rasa penasaran dan keingintahuan akan peninggalan budaya yang ada di Bondowoso satu ini, hal ini tak lebih untuk kita syukuri bahwa ragam budaya pendahulu sebelum Bondowoso seperti saat ini. Rute menuju Goa Butho Jireg dari kota Bondowoso arahkan saja menuju ke Kecamatan Cermee, namun lokasinya jauh sebelum Kecamatan Cermee yaitu  tepatnya di daerah Bajuran, dari sana anda bisa menanyakan ke warga rute menuju Desa Jireg. Perjalanan berjanjut dengan medan  aspal yang telah rusak dan di perkampungan terahir jalan akan lebih menjak dan bebatuan, baiknya jika anda ingin berkunjung ke Gua Butho Jireg menggunakan roda 2 dengan  ban bergigi. Waktu perjalanan dari Bajuran memerlukan waktu sekitar 1.5 jam. Jjika anda kurang paham tentang lokasi baiknya setiap persimpangan diupayakan bertanya warga sekitar. Alam disana sangat asri, jejeran pepohonan masi tumbuh subur, dan jika anda berkunjung pada musim kemarau anda akan merasakan suasana afrika, karena memang dibeberapa titik area tandus dengan pohon2 mengering.

 
Kala itu kami melihat  kejanggalan dari relief seperti perilakau fandalisme, seperti dinding d bawah relief butho jika dilihat seksama seperti ada tindakan kurang moral dengan melubangi dan mengambil relief, dan dinding di sebelah barat gambar butho ada beberapa tulisan cat. Dari info penelusuran gambar di Google, lubang tersebut memang sudah lama terbentuk seperti itu, kemungkina dilakukan orang yang tidak bertanggung jawab bisa saja penjarah situs. Dengan kasus seperti ini kami berharap peran dinas setempat dan masyarakat ikut serta lebih protektif peduli akan aset warisan budaya ini, dengan begitu gua butho dapat dinikmati generasi ke generasi berikutnya. Terlebih menurut tuturan warga banyak ditemukan artefak peninggal di area dusun Jireg. Sayang sekali kekayaan akan warisan di curi ataupun dijual untuk kepentingan bisnis.


Kami berharap jagalah harta warisana ini, hindari membuang sampah sembarangan, fandalisme, atau mengambil sesuatu dengan kepentingan. Belajarlah bijak dengan berkahlak kepada alam dan mahluk hidup. Salam Lestari Budayaku..RMB we Can !!







Puncak Mt. Gulgulan 1406 MDPL




Asalamualaikum Wr Wb

Pegunungang Hyank/Argopuro (3088 MDPL)  termasuk 10 gunung tinggi di jawa dan sangat populer di kalangan pendaki karena track terpanjangnya (via baderan) serta keindahan alam yang terjaga baik frola faunanya serta peninggalannya. Gunung Argopuro terletak di 4 Kabupaten yaitu Jember, Lumajang, Situbondo, dan Bondowoso. Untuk sampai ke puncaknya selama ini masi menggunakan 2 jalur yaitu jalur pendakian via Baderan Situbondo dan Via Bermi Situbondo.

 SISI TIMUR ARGOPURO
Secara geografis sisi timur Argopuro masih dalam kawasan Bondowoso. Dapat dilihat dari kontur Gunungnya menyerupai susunan berlapis lapis akibat letusan gunung dahulu kala  sehingga terbentuklah cela mengalirnya magma, sebab hal tersebut membentuk seperti anak gunung dengan track punggungan. Seperti G. Saing, G Piramid, G salak, G. Krincing, G.Gulgulan, G. Tanggus G. Peggek, G. Pettetan, dan masi banyak lagi. Nah  kali ini kita akan menjelaskan sedikit tentang G. Gulgulan dan pendakiannya.

MT. GULGULAN
Mt. Gulgulan berada di wilayah Kecamatan Grujugan Bondowoso, Mt Gulgulan sendiri berasal dari bahasa madura yang artinya punggung sapi, jika dilihat sepintas memang menyerupai punggung sapi sehingga warga menyebutnya G. Gulgulan. Rute untuk mencapai puncak masih menggunakan jalur warga untuk ke ladang dan  mencari burung  ke gunung butak, jalur tersebut berupa punggungan gunung dengan kemiringan 40-80 drajat. Wilayah ini masih sangat subur, tanah gembur, air melimpah sehingga tidak heran  banyak warga memanfaatkan lereng gunung untuk pertanian. Ketinggian G. Gulgulan  sendiri 1406 MDLP, dengan sebagian besar diselimuti rumput ilalang dan rumput liar lainnya. Letaknya berada di sebelah selatan G saing, G Piramid, G Salak. 

HISTORY EXPLORE 
Pada 22 Agustus 2018 telah terjadi kebakaran di wilayah ini baik G.Gulgulan, G. Piramid G.Saeng dan sekitarnya. Entah itu perilaku alam ataupun manusia, baiknya kita sebagai kholifah haruslah menjaga alam serta mahluk hidup lainnya. Dari sanalah  Pakabon dan timnya kemudian mencoba untuk menelusuri area ini dengan tujuan explorasi akibat kebakaran dan akhirnya sampailah di puncak Gulgulan. Pesona yang indah yang ditawarkan dari puncak inilah kita bisa melihat panoram alam ketinggian Kota Bondowoso, hingga saat ini dibuatlah Basecamp pendakian Gulgulan dan Tanggus dengan memanfaatkan sinergi pemuda sekitar. Sekarangpun jtelah terpasang  benner bertulisan Basecame Mt Gulgulan di Gapura pendakian, hal ini merupakan  karya pemuda Patirana sinergitas pariwisata Bondowoso. keren bukan? Semoga pemuda patirana juga bisa menjaga keseimbangan alam disana.

 PENDAKIAN GULGULAN
Bertepatan dengan pergantian tahun 2018-2019 rekan Explore RMB berkaloborasi dengan Padepokan Patirana Kang Sukron mengadakan pendakian bersama puncak Gulgulan yang memiliki ketinggian 1406 MDPL. Hadir 32 Peserta dalam pendakian bersama ini, serta dari RMB sumbangsih berupa plakat untuk titik puncak Mt Gulgulan. Pendakian bersama ini dilakukan pada malam hari setelah sholat magrib, hal ini untuk menghidari terik matahari karena kondisi rute yang akan dilalui sedikit ditumbuhi pepohonan. Rutenyapun tak kalah extrim dari Mt Piramid ataupun Mt Saing, yap karena memang beberapa puncak gunung di sisi timur Argopuro konturnya sirotolmustaqim artinya hanya 1 jalur dengan lebar pijakan 0.4 - 1.5 meteran di apit jurang puluhan meter. Sekarang jalur seperti ini lebih populer kalangan para pendaki disebut "Punggung Naga". 
Pemberangkatan dibagi 2 Kloter, Kloter pertama pemberangkatan setelah sholat magrip pukul 18.30 target Camp di puncak, dan Kloter ke 2 pukul 21.00 target camp di campground. Estimasi  waktu kurang lebih 2 jam dari basecame  menuju Campground dengan medan licin karena kondisi setelah hujan, akan tetapi para sahabat pendaki ini pantang menyerah.

Di campground para pendaki beristirahat sembari menunggu pergantian tahun dan mengisi tenaga untuk pendakian selanjutnya pukul 03.00. Ditengah2 nyala bara api  berbagi kisah serta sejarah2 gunung Gulgulan dan wisata Bondowoso, hingga tk teras percikan kembang api di Wilayah Bondowoso kota mulai membias, tidak hanya disana kami melihat di puncak Mt Saing ada percikan kembang api. Sempurnahlah bagi kami menikmati pergantian tahun di Mt Gulgulan. Pukul 12.15 kamipun menuju tenda walaupun beristirahat hanya 2 jam. Sebelum kami terlelap, ada perstiwa unik di campgroud yang dilakukan pemuda patirana, memanfaatkan pohon di sekitar camp dan sarung yang mereka bawa, dibuatlah semacam  tenda gantung. Caranya 2 pohon yang bercabang di fungsikan menahan kayu yang menghubungkan kedua cabang tsb, kemudian sarung yang  menggatung sebagai tempat tidur, keren kan ? ketika mereka ditanyai alasannya cukup prefesional yaitu menghindari hewan liar seperti babi, semut dll dan memang mereka sudah terbiasa dengan kondisi diarea ini.

 03.00 para peserta telah siap untuk memulai pendakian atau summit ke puncak Gulgulan. Dengan medan yang akan dilalui jalur punggungan dengan sirotol mustaqimnya. Komdisinya cukup menantang terlebih hanya penerangan senter serta medan licin, namun berkat kerja sama dan panduan guide pemuda patirana, sekitar  pukul 5.30 para pendaki sampai puncak dan disambut hangatnya kopi ala Kloter 1, jadi perjalanan pendakian dari campgroud memerlukan waktu 2.5 jam.


Sampailah 32 peserta pendakian bersama ke puncak Gulgulan, dengan panorama yang sangat memukau memanjakan mata, sisi timur kita dapat melihat menikmati panorama kota Bondowoso dari ketinggian, di sisi utara panorama G. Piramid, Saeng , Salak, dan Tanggus. Sisi barat dan selatan berupa pengunungan berlapis dengan hutannya seperti Krincing dll. dan  pagi sang mentari mulai memijar dari Gunung Raung, pun jika beruntung akan terasa di atas awan.  waaw dah..

 PLAKAT MT GULGULAN
Setelah menikmati pagi yang memukau di puncak, para tetuah Patirana Mr. Sukron dan Mr Pakabon RMB mengajak para pendaki lainya berkumpul untuk menyaksikan penanaman Plakat Gulgulan. Plakat ini dimaksudkan sebagai tanda Sinergitas RMB untuk wisata Bondowoso dengan hadirnya pendakian Gulgulan. Dengan harapan bersam ini dengan adanya jalur pendakian Gulgulan masarakat serta pemuda mendapat imbas yang baik, dan alam patirana mendapat perhatian dari masarakat sekitar terutama pemerintah desa dengan menjaga kelestariannya baik alam serta mahluk hidup, serta  harapan Mt Gulgulan dan wilayah Patirana salah satu destinasi wisata yang dapat menunjang Pariwisaata Bondowoso unggulan.

ESTIMASI DAN KONDISI JALUR GULGULAN

Kota Bondowoso   -   Basecamp Gulgulan  : 15-20 menit
Basecame Gulgulan  -   Campgroud            : 2.15 jam (jalur warga ke lahan pertanian)
Campgound   -   Puncak Gulgulan               : 2.5 jam (jalur Sirotol mustaqim)
Puncak Gulgulan   - Basecamp Gulgulan    : 2 jam

-  Register hanya 15K termasuk parkir kendaraan
-  Sewa Guide hanya seiklasnya dari para pendaki

Yang perlu diperhatikan saat Pendakian Mt Gugulan :
1. Dilarang membuang sampah sembarangan dan vandalisme
2. Sopan santun saat pendakian, tidak urakan, terutama saat pendakian malam
3. Dilarang merusak/ mengambil lahan pertanian warga
4. Menggunakan Safety Firsh
5. Dilarang melakukan pendakian Ilegal
6. Jangan memaksakan pendakian jika lelah/sakit
7. Dilarang mengambil foto video saat pendakian malam
8. Saat melewati Jalur Punggungan Sirotol mustaqim harus extra hati2 baiknya bersama-sama dengan tali pengikat.
9. Dilarang melakukan pendakian jika tidak ada ilalang sebagai pegangan.
10. Mematuhi peraturan pendakian dan memahami pembinaan dari pengelolah di basecamp
11. Dilarang melakukan pendakian sendirian Minimal 5 orang,
12. Jangan meninggakan sesuatu kecuali jejak, jangan mengambil sesuatu kecuali foto/video, jangan membakar kecuali semangat untuk Bondowoso.

Kondisi Jalur dan Puncak
1. Area puncak berukuran kurang lebih 5x 30 meter cukup menampung 5 Tenda
2. Jika lelah bisa istirahat di gubuk para petani di ladang
3. Dari campgroud sampai puncak jalur sirotolmustaqim
4. Dari basecamp ke campgroud jalur warga ke ladang.
5. 80 % pendakian menanjak 30-65 derajat
6. Jalur yang ditumbuhi ilalang sangat berpotensi licin, ataupun saat hujan.
7. Di puncak tersedia batang kayu untuk perapian, disarankan jika ingin memakai untuk membawa kayu dari bawah sebagai pengganti.
8. dibeberapa titik ada jalur yang menyelipir di tepi jurang, diharapkan bersama-sama dan pegangan ke pohon atau rumput.

Nah demikian dulu penjelasaan Pendakian Mt Gulgulan, semoga penjelasaan di atas menjadi referensi buat anda yang ingin melakukan pendakian gulgulan. Terimakasih kepada Mr Sukron dan pemuda Patirana, tamu pendaki lumajang, tamu pendaki jember serta suport rekan-rekan Pengurus dan anggota RMB, donatur dari Mas Yudha RMB dan pegiat wisata RMB Pakabon dan jajarannya serta sahabat pendakian bersama ini. Salam Lestari Bumi Bondowoso.. RMB we Can..


NB : Kebersamaan dan kerja keras adalah kunci, karena tidak sama antara individu baik tentang tenaga, pengalaman dll. Baiknya samakan semua itu dalam kerja sama Team yang baik. Dan yang terpenting kembali kerumah dengan sealamaT.

VIDEO MT. GULGULAN


HAPPY CAM #2 Wisata Lampetta Olar Dan Explore Goa Pacalan




Asalamualaikum tretan, apa kabare?
Pernah tau wisata lamppeta olar gak?
Penasaran gak kalo dulu di bondowoso ada ular gede? pasti serem ya membayangin ada jejak fosil ular purba.

Jangan kawatir kali ini kita akan menjelaskan lappeta olar dengan kegiatan RMB di lokasi tsb, kegiatan tahuanan RMB di akhir tahun yaitu HAPPY CAMP. sebuah kegiatana camping bersama di lokasi wisata Bondowoso meditasi dengan alam untuk menumbuhkan ide dan semangat sebagai pemuda pegiat Bondowoso serta promosi wisata Lampeta olar. Pada tahun 2017 lalu Happy Camp bertempat di kawah wurung yang merupakan wisata unggulan Bondowoso dan cukup banyak  minat pengunjung setiap minggunya, dan kali ini di tahun 2018 ini kita memilih lokasi yang boleh dibilang belum cukup popular bagi masyarakat Bondowoso, yaitu Wisata Lampeta Olar (Jejak Ular).

WANA WISATA LAMPETTA OLAR

  Lampeta Olar berada di Dusun Murina  Desa Cakring Kec Prajekan Bondowoso, mulai di angkat sekitar tahun 2017-2018, dengan wahana yang ditawarkan berupa bebatuan yang spiral menyerupai punggung ular yang melingkar, serta panorama sekitar wisata yang lapang di tumbuhi pohon2 khas daerah kering layaknya safana afrika. wilayah ini merupakan daerah ketinggian dan sedikit resapan air sehingga jika kemarau datang wilayah ini sangat gersang. Namun jangan kawatir kepanasan genk..!! di sekitar wisata difasilitasi  gazebo2 untuk bersantai menikmati panorama sekitar, dan rutenyapun sudah sangat rekomendet  bisa dilalui dengan roda 2 ataupun roda 4, dengan jarak tempuh kurang lebih 15 menit dari Pabrik Gula Prajekan. Dari data explore kami pada pertengahan Tahun 2016, wilayah utara prajekan  kami menemukan   bebatuan spiral seperti di daerah munira tepatnya di dusun paterongan walidono yang sekarang telah di angkat menjadi wisata lappeta patek (Jejak Anjing) sayangnya batuan spiral tsb dari dulu memang di  dilalui laju kendaraan warga menuju ladang sehingga bebatuan sudah sidikit terkikis. tidak berhenti disana dari informasi warga paterongan terdapat goa yang memiliki 2 pintu yang berlokasi 30 menit dari lampeta patek, dengan rute makadam yang berlokasi di dusun Pacalan.

HAPPY CAMP #2 
 40 peserta ikut serta kegiatan camping bersama anggota RMB dan komunitas2 Bondowoso, turut serta hadir komunitas pecinta alam Situbondo waaw. Sekitar pukul 16.30 kegiatan pertama diawali dengan persiapan  seperti mendirikan tenda dan api unggun , lalu kemudian malamnya kegiatan dilnajutkan dengan sharing, meliputi sambutan2 dan perkenalan peserta happy camp. Berada di tengah2 nyala bara api unggun para peserta saling tukar pikiran serta ide2 untuk pemuda yang produktif untuk membangun bondowoso lebih baik. Ide2 pemuda inilah yang akan meluaskan cakrawala Bondowoso mereka sungguh luar biasa. Esoknya para peserta melanjutkan giat explore lappeta olar sembari menikmati matahari terbit di cela2 pohon kering, setelah sarapan pagi bersama para peserta lalu melanjutkan berkunjung ke wisata lappeta patek  dan goa pacalan. seruuu pokoknya.




GOA PACALAN
 Goa Pacalan sendiri oleh penyebutan warga, karena memang lokasinya berada di sisi selatan perkampungan dusun pacalan. lokasi yang berbatasan langsung dengan wilayah Situbondo. Artinya Goa Pacalan sendiri masi di wilayah Bondowoso sedangkan Dusun Pacalan berada di wilayah Situbondo. Goa yang memiliki 2 pintu masuk yang saling bertembusan memilik panjang kira2 150 meter. informasinya warga Pacalan setiap tahunnya goa pacaan sering di adakan kegiatan syukuran warga,  tidak heran ketika explore goa terpasang saluran listrik. Dan sekarang pun Alhamdulilah telah tertancap Plang/Penanda Wana Wisata oleh dinas Pariwisata  dengan tujuan menjaga kelestarian warisan tsb. Berbicara tentang Goa tentunya sebagian besar bebatuannya adalah batuan kapur, dari pantaun kami selain bertani sebagian warga pacalan memanfaatkan batuan kapur untuk mata pencarian di sisi utara Goa Pacalan,

 Menuju goa pacalan membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam dari Pabri Gula Prajekan karena memang akses jalan bebatuan menanjak dan makadam, disarankan untuk tidak memakai kendaraan metic dan  disarankan untuk berkunjung pada musim kemarau agar tidak licin dan panorama lebih mirip afrika.






explore goa pacalan oleh peserta happy camp, bersama-sama masuk dan menelusiri goa, dari pintu utara ke pintu selatan, tidak lama para peserta di dalam goa karena mungkin beberapa peserta baru pertama kali memasuki goa. sembari berlamaan  menunggu peserta lain berkumpul, tak lupa menikmati cemilan dan panorama di sekitar goa di bawah pohon yang rimbun. Kebersamaan dalam kehangatan menjadikan explore kali ini spesial terlebih dengan medan yang berat enuju goa menjadikan pengalaman cerita untuk tua nanti.


  Seluruh kegiatan happy camp usai pukul 13.00 para peserta serentak meninggalkan Goa Pacalan dan kembali ke rumah masing-masing. Kami sangat berterimakasih kepada seluruh element yang ikut berkontribusi dalam kegiatan Happy camp 2 sehingga acara berjalan  lancar. Semoga tahun depan kita dapat berkumpul kembali explore bersama dengan Happy camp #3. Salam Lestari





Dokomentasi :



Video Happy Camp #2

Explore Air Terjun Ke 4 Aliran Kali Pait, Air Terjun Plalangan


Halo sahabat explore.. apa kabar? semoga baik baik saja. pernah tau kali pait gak?
Kali pait merupakan salah satu aliran sungai yang terletak di kawasan Kec Ijen, berbeda dengan sungai2 pada umumnya, pasalnya kali pait sendiri  memiliki aliran air belerang yang merupakan rembesan kawah ijen. Hal inilah kali pait menjadikan sungai sangat istimewa, terlebih dengan keindahan menguning di bebatuannya pada musim kemarau. tidak hanya itu banyak orang memanfaatkan air belerang kali pait untuk kebutuhan seperti pengobatan kulit, infeksi, dll

Tidak berhenti disana, karena kondisi kali pait berada di dataan tinggi tidak menutup kemungkinan memliki potensi wisata tentunya, seperti Air Terjun Kali Pait, Air Terjun Busa, Air Terjun Gentongan yang telah menjadi opsi pilihan wisataan ke wilayah kec Ijen dan sebagian besar berlokasi di hulu yaitu wilayah kampung marga hayu, dan watu capil. Data tersebut menunjukan belum ada kegiatan explore bagian hilir kali pait, sehingga para Explore RMB melakukan explore via GoogleMap menelusuri tanda2 keberadaan Air Terjun baru di Aliran  kali pait. Alhasil  hilir aliran sungai kali pait menunjukan celah  berwarna putih berada di cekungan menyerupai Cuban Sewu, hal ini memungkinkan adanya air terjun. Tidak berhenti disana para Explore langsung menggali informasi lokasi tersebu dengan menanyakan keberadaan da kondisi rute Air terjun di wilayah itu pada warga Plalngan. Akhirnya dari informasi2 dan analisa membenarkan adanya Air Terjun ke 4 tersebut.

25 Desember 2018 para Explore RMB yang dipimpin oleh Pakabon melakukan kegiatan explore bersama 2 rekannya Nanda dan Tegar menelusuri keberadan Air Terjun ke 4 kali Pait. Untuk menuju air terjun ini boleh dibilang sangat Extrim pasalnya dari perkebunan warga harus menuruni tebing puluhan meter dan hampir tidak ditemukan jalan ke aliran sungai, beruntunglah ada warga petani kopi memberikan petunjuk adanya jalur warga menuju perkebunan sisi sebelarang sungai, akan tetapi sedikit menjauh dari lokasi terdekat dengan Air Tejun ini. Dengan begitu harus menambha waktu dengan panjangnya perjalanan. Sesampainya di Sampedan Sungai tidak ditemukan jalur warga lagi, akhirnya kami mengharuskan menyisiri sampedan sungai untuk sampai ke Air Terjun. Selama menyisiri aliran sungai ditemukan anak2 sungai yang memliki variasi rasa, ada yang air belerang, air tawar, pun ada yang sedikit mengandung belerang, dan kamipun menemukan saluran  sanitasi air bersih warga disekitar sungai Kali Pait. Menelusuri selama 1 jam adengan berbagai ritangan naik turun sampedan sungai akhirnya kamipun sampai di Air Terjun ke 4 ini. Lokasinya memang berada di sela celah bebatuan dinding puluhan meter dengan aliran cukup deras daripada 3 air tejun di hulu kali pait. Kondisi disekitar air terjun sangalah asri hampir tidak ditemukan jejak kaki ataupun sampah, tumbuhan tumbuh subur, bebatuan yang kas, serta Tinggi Air Terjun kemungkinan +/-30 M. memanjakan sekali menikmati air Terjun ini baik dari dekat ataupun dari kejauhan. Karena lokasinya berada di kampung Plalangan kamipun menyebutnya Air Terjun Plalangan, Air terjun ke 4 sebagai tambahan opsi air terjun di aliran ali pait. Selang 1.5 jam berlama lama di sekitar air terjun kamipun bergegas kembali karena kondisi cuaca yang mulai gerimis dengan mempertimbangkan peringatan warga di ladang untuk segera kembali jika terjadi hujan "mon ojen dulih naek cong mek benjir e yetas" kata warga. Akhirnya kamipun kembali ke parkir motor di perkebuna warga menjauhi aliran sungai.

 13.30 kamipun melanjutkan menuju kawasan perkampungan Belawan dan Pemandian Air Panas, sembari menghilangkan rasa lelah dengan air belerang yang panas. Sungguh istimewa sekali explore kali ini, dan kamipun sangat bersyukur sekali karena Allah memberikan sekai lagi kepada kami keindahan Alam Bondowoso, dan kami sangat berharap besar kepada pemerintah desa, kecamatan, dan dinas terkait untuk mengupayakan wisata yang bebas dari sampah, berakhlak pekerti kepada alam dan manusianya, sehingga timbal balik tersebut Bondowoso menjadi kota wisata yang aman damai dan tentunya The Higtland Paradise. Salam Lestari Nergeriku,,, salam pemuda RMB we Can...!!







Note: jika anda ingin berkunjung ke Air Terjun Plalangan disarankan untuk bertanya kepada Warga Plalangan, karena kami sedikit sekali informasi mengenai keamanan baik itu mistis ataupun bahaya lainnya. Tetap yang diutamakan keselamat anda.




Video Air Terjun Plalangan







Air Terjun Gentongan dan Air Terjun Busa Adalah keindahan Air Terjun Belerang



Berwisata ke kota Bondowoso?? memang opsi yang tepat untuk menikamti dan mengisi liburan akhir pekan. Bagaimana tidak ? hamparan bebukitan ilalang di kawah wurung, Air Terjun, Seni alam bebatuan Stonhange of java, kuliner dan budaya, sejarah, serta Kawah Ijen menjadikan Bondowoso semakin  dikenal dengan tagline The Hightland Paradisenya.

Berbicara Air Terjun  ternyata Air Terjun di Bondowoso memiliki daya tarik yang sangat siknifikan bagi para kalangan pengexplore lokal atau mancanegara. Baik yang masi baru di explore ataupun yang telah dikelolah oleh pihak setempat, misalnya saja air terjun tancak  kembar, kabut pelangi, dll.

Berwisata ke air terjun memang sangat mengasikkan terlebih saat musim kemarau. Ngadem bersama keluarga sahabat ataupun pasangan menikmati panorama alam dan  deras air yang terjatuh dari ketinggian. Air Terjun yang berada di Bondowoso misalkan saja  Tancak kembar Kabut pelangi Puloagung Suco dll sudah sering tersengar ditelinga masarakat Bondowoso khusunya. Sebetulnya tidak hanya itu, dari data yang pernah kami Explore dari tahun 2014 sampai sekarang terdapat puluhan Air Terjun yang terhampar di daerah dengan kontur ketinggian wilayah Bondowoso misalnya saja wilayah yang dominan terdapat Air Terjun, di area Barat Pegunungan Hyank dan Pegunungan Raung dan Ijen. Jadi Jika anda hobi explore wisata atau berwisata ke Air Terjun, maka anda tidak perlu kawatir kehabisan stok air terjun untuk mengisi liburan anda. Beragam karakter dari yang deras, extrime, tinggi, unik ada di Bondowoso.

Salah satu Air Terjun yang unik di Bondowoso dan sekaligus tempat  faforit para trafeler lokal yaitu Air Terjun Gentongan dan Air Terjun Busa. 2 Air Terjun ini sangat berbeda dengan Air Terjun biasanya, pasalnya bukan karena tinggi atau derasnya aliran melainkan air terjun yang berada di aliran kali pait dengan air berwarna biru kehijauan yang berasal dari  rembesan Kawah Ijen. Sangat rekomended sekali untuk tambahan kunjungan wisata anda jika berkunjung ke Kawah Ijen atau kawah wurung. Tidak hanya itu opsi yang lain anda bisa berkunjung ke Niagara mini dan Air Terjun Blawan yang berada di kampung Belawan.


AIR TERJUN BUSA


-Lokasi : Afdeling Margahayu, Kec. Ijen, Kab. Bondowoso.
-Rute dan kondisi : Dari Kota Bondowoso arahkan kendaraan anda menuju kec. Ijen, yang merupakan sejalur menuju wisata kawah ijen dari kota bondowoso. Estimasi waktu kurang lebih 2 jam perjalanan dengan sepeda motor. Dari Kontor Kec Ijen anda hanya perlu 20 menit menuju kampung Margahayu dengan melewati 2 perkampungan yakni Plampang dan  Watu Capil. Parkir kendaraan masih memanfaatkan halaman rumah warga untuk keamanan kendaraan anda. Setelah memakirkan kendaraan, anda harus berjalan kaki melawati jalan setapak menuruni lereng sisi timur perkampungan warga. Estimasi hanya perlu 15 menit saja melewati perkebuna kopi anda sudah dapat menikmati panorama dan pesona Air Terjun Busa. Kondisi terjalnya lereng untuk menuju air terjun perlu diperhatikan terlebih saat musim hujan jalanan menjadi sangat  licin.

-Fasilitas : Parkir dan tiket masuk hanya 5000 rupiah saja, cukup murahkan? selain itu masjid  margahayu bisa digunakan untuk tempat beribadah. Titik tersulit menuruni tebing sekitar Air Terjun  telah di fasilitasi tangga kayu untuk mempermudah menuruni tebing air terjun, ini adalah bentuk swadaya  masarakat margahayu kepada pengunjung.

-Note : Jangan terlalu dekat dengan air terjun karena hempasan embun air terjun ketika terkena mata akan terasa perih, dan jika anda tidak kuat menahan  bau belerang diupayakan menutup dengan masker atau kain basah. Dilarang merusak mengotori dan fandalisme. Agar menjaga keselamatan anda upayakan menggunakan guid dan perlengkapan yang safety.

AIR TERJUN GENTONGAN

-Lokasi : Afdeling Watu Capil Kec. Ijen Bondowoso
-Rute dan kondisi : Karena lokasi tidak jauh dari air tejun busa, anda bisa berkunjung ke Air Terjun Gentongan sekaligus yang letaknya berada di hulu air terjun busa. Hanya perlu 5 menit  berkendara menuju perkampungan watu capil. Parkir atau titipkan kendaraan  anda di rumah warga. kembali sekali lagi anda harus menuruni tebing dengan jalan zikzat.Estimasi waktu kurang lebih 20 menit mengingat anda harus menelusuri sampedan sungai melewati semak liar.

-Note : Jangan terlalu dekat dengan air terjun karena hempasan embun air terjun ketika terkena mata akan terasa perih, dan jika anda tidak kuat menahan  bau belerang diupayakan menutup dengan masker atau kain basah. Dilarang merusak mengotori dan fandalisme. Agar menjaga keselamatan anda upayakan menggunakan guid dan perlengkapan yang safety.



Berikut Video Pesona Air Terjun Belerang di aliran Kali Pahit.
Jaangan lupa sedekah share, like, komentar, dan subscribe.
Salam lestari tanah Bondowoso, RMB we CAn...!!!





Keindahan Tersembunyi Taman Galuh Bondowoso

Bondowoso kota yang dikelilingi oleh gunung gunung dan beberapa bukit yang cantik, memang kita tak punya pantai namun kota tape Bondowoso menyimpan tempat cantik yang membuat siapa saja kangen ingin mengunjungi kota Bondowoso lagi. 



 -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
" Kita memang tak punya pantai namun tuhan memberikan kita tempat yang indah untuk tanah Bondowoso, beribu bukit yang cantik, dan puluhan air terjun, ya inilah gambaran tahan kelahiranku Bondowoso"


Hari ini hari Rabu tanggal 7 September 2016 cuaca langit Bondowoso sangat cerah sangat nyaman untuk memulai aktifitas hari di hari ini, namun tiba tiba handphone Nokia jadulku  berdering pesan singkat dari bang ocid " Mas ayo ke taman galuh sama teman teman " ya kalau dapat pesan seperti ini gus bolang  mubadir untuk menolaknya padahal hari rabu gus bolang full aktifitas namun apa daya batin ini tak bisa menolak " ayo dah bro siap lets go". Sangat singkat rencana kita waktu itu, kamipun bersiap untuk menuju ke kecamatan Sempol, di Sumber Beringin kita sudah ditunggu oleh dua orang teman gus bolang yang setia menunggu kehadiran gus bolang bersama bang ocid, tampa panjang lebar kita langsung berangkat ke destinasi akan kita kunjungi.



Membahas destinasi di Bondowoso memang tak ada habisnya namun semua tak cukup hanya bingkai photo, gus bolang masih ingat kata kata inspirasi waktu gus bolang menjadi penulis di phinemo kata mutiaranya begini.

"Tempat itu akan tetap hidup jika kamu menceritakannya kepada orang lain"

kata itu yang terus menjadi inspirasi bagi kita kru Gus bolang.com. Perjalanan menuju ke kecamatan sempol sangat mengasyikkan sepanjang jalan kita akan disuguhi pemandangan hutan yang sangat indah serasa kita ada di dunia  Jurrasic park sesekali kita juga melihat monyet dan burung yang bersahutan semua itu akan kamu dapatkan ketika kamu lewat dari Bondowoso.

Butuh waktu sekitar 1 jam bagi kita untuk sampai di kecamatan Sempol. Setelah sampai di sempol tak ada salahnya untuk membeli bekal makanan karena di daerah Taman Galuh lokasi yang akan kita tuju tak ada toko yang selengkap di Sempol. 

Rutenya penting bro !

Dari kecamatan Sempol kamu terlebih dahulu harus menuju ke Batu capil, dari watu capil alangkah baiknya kamu tanya kepada warga jalan menuju ke afdeling Gunung blau jalan menuju ke gunung blau terbilang terjal saran gus bolang  pakai masker karena sepanjang jalan akan berdebu. Setelah kamu sampai di Gunung blau  saatnya kamu bertanya lagi kepada warga dimana jalan menuju ke Afdeling Girimulyo Warning  jalan menuju ke giri mulyo sangat terjal dan butuh perjuangan kamu masih harus lewat jalan yang berbatu, berdebu, dan sesekali kamu harus turun mendorong sepedamu dan kamu juga harus rela turun ketika sudah sampai di turunan yang terjal plus penuh batu, butuh sekitar hampir 1 jam untuk menuju ke Afdeling Girimulyo.


Jalan berdebu dan terjal ( afdeling gunung blau)

Perhatikan penunjuk arah bro

Ya seperti itu gambaran menuju ke afdeling girimulyo butuh extra perjuangan dan extra kesabaran. Seteah sampai di Afdeling girimulyo kita disambut dengan gapura sederhana tertulis papan naman girimulyo, kita bisa bernafas legah karena target kita sudah sampai di tempat tujuan, di samping saya terlihat kang yudhi menyalakan rokok kesayangannya maklumlah dia pecandu rokok motonya tak puas puasin sebelum harga rokok naik 50 ribu tapi si abdullah tampaknya tak bersahabat dengan asap rokok kang yudhi, tampa pikir panjang kita bertanya kepada tiga orang pekerja kebun yang cantik mereka sangat ramah sekali dengan kedatangan kita maklumlah kita cakep cakep kata emak kita heheheeh " Mbak dimana lokasi taman galuh"  dengan ramah ketiga cewek yang tanya menunjukkan lokasi taman galuh namun sebelum ke taman galuh mereka menyarankan kita untuk berkunjung ke lubang angin, ya kita turuti saja saran mereka, perjalanan menuju ke lobang angin tak begitu parah sepanjang jalan kamu akan melihat pohon makadamia kacang yang harganya termahal di dunia selain itu kamu juga akan bertemu jeruk purut yang dibiarkan saja memasak, butuh waktu 10 menit, lobang angin sendiri semacam lobang kecing namun anehnya dari dalam lobang itu keluar angin, dan ini juga menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk mengetahuinya.

Pos Afdeling Giri mulyo

Lubang angin dari dalam lobang keluar angin bro


Setelah puas di lobang angin saatnya kita menuju ke Taman galuh. Kita harus kembali ke arah awal, sebenarnya dari lobang angin kita bisa memilih jalan kaki tak jauh kok namun kita akan mencoba ke taman galuh menggunakan sepeda motor kita. Butuh waktu sekitar 20 menit saja untuk sampai ke taman galuh jalannya juga lumayan sangat terjal, kamipun sampai di taman galuh, dan yang benar saja sungguh indah bro disebelah kiri dan kanan kita semua terlihat bukit bukit yang eksotis dan didepan kita ada gunung masyarakat menyebutnya dengan gunung crengih ( bahasa madura yang artinya berdempetan tak teratur ) bener sangat indah meskipun jalan menuju kesana sangat sulit dan butuh perjuangan tapi semau akan terbalas dengan keindahan alam yang sangat indah.

Ada cerita di taman galuh , konon katanya taman ini adalah salah satu tempat istirahat putri galuh dari kerajaan majapahit, ini cerita rakyat yang berkembang di daerah ini. Namun bisa saja itu bukan isapan jempol belaka  karena di sekitar kecamatan sempol pernah ditemukan artefak berupa gerabah dan arca so jadi  bisa saja itu bukan hanya cerita rakyat. Taman galuh sebenarnya bukan tempat wisata hanya saja tempat ini sangat tersohor dikalangan traveler di kota Tape Bondowoso, sayang saja masih belum banyak cerita tertulis tentang daerah yang satu ini jadi sayang bukan gus bolang hanya berusaha agar tempat yang indah ini tidak mati.





Karena bukan tempat wisata di Taman galuh tak ada kontribusi biaya parkir atau tiket masuk hanya saja kamu harus bijak jika ketaman galuh karena disana adalah ladang singkong milik warga tentunya tau apa maksud gus bolang jangan rusak kebun milik warga. Ingtinya jika kamu datang ke tempat yang indah ini dengan bijak, tidak merusak alam disana , tidak mengotorinya pasti kamu akan disambut ramah oleh warga setempat dan tentunya semesta akan mendukungmu.

Sumber : Blog Gusbolang  http://berita-bondowoso.blogspot.com/

Kategori

Kategori